Gunakan PAD 4,67 miliar, gedung baru BPBD Lombok Utara mulai dibangun

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) KLU, Rangga Wijaya. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pembangunan gedung baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi dimulai. Proyek yang menelan anggaran Rp 4.672.355.000 tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) KLU dan kini telah memasuki tahap konstruksi.

Gedung baru BPBD itu dibangun di depan Polsek Gangga dan berdampingan dengan Koramil Gangga. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, lokasi proyek telah dipagari dan disterilkan dari aktivitas yang tidak berkaitan dengan pembangunan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) KLU, Rangga Wijaya mengatakan pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV Bangun Kelana dengan pengawasan CV Karya Bina Utama.

Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Durasi ini lebih singkat dibandingkan pembangunan Gedung Kantor Inspektorat KLU yang memiliki waktu pelaksanaan sekitar enam bulan.

“Kalau Inspektorat waktu pelaksanaannya sekitar enam bulan, sedangkan BPBD sekitar lima bulan karena proses lelangnya terlambat,” ujar Rangga, Senin (10/08/2026).

Meski memiliki waktu pengerjaan lebih singkat, Dinas PUPRKP KLU optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan dalam kontrak.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan berjalan setiap hari. Ketersediaan material juga dinilai masih mencukupi, sementara koordinasi antara pihak kontraktor dan direksi pekerjaan berjalan dengan baik.

“Untuk sementara pelaksanaan sesuai rencana. Stok material masih mencukupi dan pekerja juga setiap hari ada di lokasi,” katanya.

Rangga menegaskan, aspek keselamatan kerja menjadi salah satu perhatian selama proses pembangunan. Kontraktor diminta memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD).

Selain keselamatan pekerja, pihaknya juga meminta kontraktor menjaga kebersihan kawasan proyek serta mengendalikan debu dan kebisingan. Ketersediaan material pun terus dipantau agar tidak menghambat proses konstruksi.

Dari sisi desain, gedung baru BPBD KLU mengusung konsep yang relatif serupa dengan bangunan perkantoran pemerintah lainnya. Perbedaan utama terlihat pada tampilan fasad dan pemilihan warna bangunan.

“Gedung Inspektorat dirancang memiliki ornamen pada bagian depan, sementara gedung BPBD lebih mengadopsi warna khas BPBD yang didominasi oranye,” jelas Rangga.

Di sisi lain, pembangunan Gedung Kantor Inspektorat KLU juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga awal Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 25 persen.

Proyek yang dikerjakan CV Sita Konstruksi Mandiri itu disebut berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti. Sejumlah material utama, seperti besi, bekisting, dan kebutuhan konstruksi lainnya, telah tersedia di lokasi.

Kondisi tersebut memungkinkan pekerjaan terus digenjot agar target penyelesaian dapat tercapai.

“Progres Kantor Inspektorat sudah sekitar 25 persen. Mudah-mudahan akhir November nanti sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over (PHO),” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI