KLU bentuk Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia, bidik investasi hingga agrowisata religi

Wak Dolah saat menemani pengunjung beberapa waktu lalu. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia sebagai langkah strategis untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan kurma nasional. Tim yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati itu akan fokus mempercepat pengembangan budidaya kurma, menarik investasi, hingga mengintegrasikan perkebunan kurma dengan sektor pariwisata.

Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia KLU, Nasli menjelaskan pembentukan tim dilatarbelakangi sejumlah faktor yang dinilai menjadi modal kuat bagi Lombok Utara untuk mengembangkan tanaman kurma secara berkelanjutan.
Menurutnya, faktor utama adalah hasil kajian ilmiah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan kondisi klimatologi dan karakteristik lahan di KLU sangat sesuai untuk budidaya kurma.

“Hasil kajian BRIN menunjukkan bahwa unsur hara makro dan mikro tanah, kondisi iklim, kecepatan angin hingga karakteristik tanah di Lombok Utara sangat sesuai untuk pengembangan tanaman kurma. Itu menjadi dasar utama kami,” ujar Nasli, Senin (03/08/2026).

Selain hasil riset tersebut, pengembangan budidaya kurma yang dipadukan dengan tanaman sacha inchi juga pernah diangkat Pemerintah Provinsi NTB sebagai inovasi non-digital pada ajang penghargaan inovasi daerah tingkat nasional, Indonesian Government Award 2025.

Faktor lainnya adalah deklarasi Bupati Lombok Utara pada 2 Februari 2026 yang menetapkan Kabupaten Lombok Utara sebagai Daerah Peradaban Kurma Indonesia.

“Dari situlah muncul inisiatif membentuk tim percepatan untuk menindaklanjuti visi Bupati dan Wakil Bupati. Alhamdulillah SK tim sudah ditandatangani dan dalam waktu dekat kami akan mulai bekerja menyusun langkah-langkah teknis percepatan,” katanya.

Nasli menjelaskan, konsep Peradaban Kurma tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui investasi, industri pengolahan hasil kurma, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan wisata religi berbasis perkebunan kurma.

Dia mengungkapkan, Lombok Utara selama ini telah dikenal di tingkat internasional melalui keberhasilan kurma hijau yang masuk jajaran 10 besar dunia dalam ajang yang digelar Khalifa International Date Palm, Uni Emirat Arab.

“Harapan kami, investor datang berinvestasi sehingga perkebunan kurma menjadi sumber ekonomi baru masyarakat. Nantinya akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani, mendorong tumbuhnya agroindustri berbasis kurma, sekaligus menjadi destinasi wisata alternatif,” ujarnya.

Menurut Nasli, pengembangan kawasan kurma juga diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Lombok Utara yang selama ini masih didominasi kunjungan ke kawasan Tiga Gili.

“Kalau nanti perkebunan kurma ini dikemas dengan baik menjadi kawasan wisata religi dan agrowisata, wisatawan memiliki pilihan destinasi lain sehingga lama tinggal mereka di Lombok Utara bisa lebih panjang. Dampaknya tentu terhadap peningkatan belanja wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Saat ini pengembangan budidaya kurma telah dilakukan pada lima klaster perkebunan yang tersebar di Sambik Bangkol, Kondang dan Rempek, disamping tanaman kurma yang telah banyak ditanam masyarakat di pekarangan rumah.

Pemerintah menargetkan beberapa kawasan perkebunan tersebut mulai dapat dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata pada awal 2027, setelah dilakukan penataan dan pengemasan kawasan.

Sementara, Praktisi sekaligus Pelopor Kurma Ukhuwah Hadatuk Nusantara, Arif Munandar atau yang biasa disapa Wak Dolah menyambut baik pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi tonggak penting setelah lebih dari satu dekade para penggiat kurma berjuang memperkenalkan tanaman kurma di Indonesia.

“Perjuangan kami sejak September 2015 akhirnya dirangkul pemerintah daerah. Ini sangat menggembirakan karena baru pertama kali ada pemerintah daerah yang begitu serius mendukung budidaya kurma,” ujarnya.

Wak Dolahh mengungkapkan, pembentukan tim tersebut mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan akademisi internasional. Salah satunya Profesor Abdul Rahman Al-Dawood dari King Saud University, Riyadh, Arab Saudi, yang datang langsung ke Lombok Utara setelah mengetahui pembentukan tim melalui media sosial.

Menurutnya, profesor tersebut ingin memastikan bahwa pengembangan kurma di Lombok Utara didasarkan pada kajian ilmiah yang kuat. Berdasarkan hasil pengamatan awal bersama BRIN, wilayah NTB, khususnya Lombok Utara, dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman kurma.

Berdasarkan hasil survei BRIN pada 2024, terdapat sekitar 1.023 hektare lahan kategori terbaik (kelas A) yang tersebar dari Kecamatan Pemenang hingga wilayah timur Lombok Utara dan dinilai sangat potensial untuk budidaya kurma berkualitas tinggi.

“Kawasan ini ke depan diharapkan berkembang menjadi perkebunan terpadu sekaligus agrowisata. Yang penting sekarang adalah meyakinkan para investor karena mereka ingin mengetahui arah kebijakan pemerintah daerah melalui tim percepatan ini,” katanya.

Dia menambahkan, setelah SK Bupati diterbitkan, minat calon investor mulai bermunculan. Sejumlah pengusaha dari luar daerah, termasuk Kalimantan Barat, telah menyatakan keinginan untuk datang melihat langsung potensi investasi kurma di Lombok Utara.

Dalam pengembangannya, varietas kurma yang direkomendasikan untuk ditanam di Lombok Utara adalah jenis yang sudah dapat dikonsumsi pada fase khalal, seperti Barhi, Sukari dan Halas. Varietas tersebut dinilai paling sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia karena telah memiliki rasa manis sebelum matang sempurna di pohon.

“Varietas ini berbeda dengan varietas seperti Ajwa yang membutuhkan suhu dan kelembapan khas kawasan Jazirah Arab agar dapat matang optimal,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI