kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Praya mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Pulau Lombok dan Bima.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Praya, Satria Topan Primadi, S.Si menjelaskan, peringatan tersebut berlaku mulai 26 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga 1 Agustus 2026 pukul 13.00 WITA. Masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan dataran rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pasang air laut maksimum yang berpotensi memicu banjir rob.

Di wilayah Sape, BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga hujan ringan dengan angin bertiup dari arah timur hingga selatan berkecepatan 5–25 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5–2 meter, sementara pasang maksimum setinggi 1,9 meter diprediksi terjadi pada pukul 08.00–13.00 WITA.
“Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Lembar, Lombok Barat. Cuaca diperkirakan cerah hingga hujan ringan, angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5–25 knot, tinggi gelombang 0,5–2 meter, dan pasang maksimum 1,9 meter pada pukul 09.00–12.00 WITA,” jelasnya.
BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok di Pulau Lombok; Sumbawa dan Labuhan Badas di Pulau Sumbawa; serta Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota di wilayah Bima.
Masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan genangan air laut yang dapat mengganggu aktivitas di kawasan pesisir, termasuk permukiman, pelabuhan, dan akses transportasi.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca, gelombang laut, dan informasi peringatan dini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi bencana sejak dini. (jr)




