kicknews.today – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 21 Juli 2026 berlangsung semarak melalui Parade Budaya Begibung yang melibatkan seluruh desa dari lima kecamatan. Ribuan masyarakat memadati pusat kegiatan untuk mengikuti arak-arakan budaya sekaligus tradisi makan bersama (begibung) yang menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Sasak.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri yang turut hadir dalam puncak HUT KLU ke 18 mengapresiasi konsep peringatan HUT KLU yang mengedepankan nilai budaya lokal. Menurutnya, perayaan tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan daerah lain di Nusa Tenggara Barat.

“Kita melihat upacara syukuran yang berbeda seperti yang dilaksanakan kabupaten/kota yang lain. Kita melihat budaya lebih dikedepankan dalam perayaan di Lombok Utara ini. Kita dorong bersama, kita berikan semangat agar Lombok Utara bisa lebih maju lagi,” ujarnya.
Indah juga menilai pembangunan di Kabupaten Lombok Utara menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, persoalan kemiskinan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dituntaskan.
“Alhamdulillah sudah cukup bagus. Memang kalau dari angka kemiskinan dan stunting, Pak Bupati dan Pak Wakil harus terus berupaya. Ini adalah PR kita bersama. Tapi saya yakin dengan potensi yang dimiliki Lombok Utara, mereka akan bisa segera beranjak dari posisi itu,” katanya.
Ketua Panitia HUT ke-18 KLU yang juga Asisten I Setda KLU, H. Rusdi, menjelaskan antusiasme masyarakat jauh melampaui target panitia. Awalnya setiap desa hanya diminta mengirimkan sedikitnya 50 peserta, namun banyak desa yang datang dengan jumlah peserta mencapai 80 hingga lebih dari 100 orang.
“Semua 43 desa dari lima kecamatan ikut berpartisipasi. Bahkan masyarakat datang dengan kesadaran sendiri tanpa dikomandoi. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujarnya.
Selain desa, organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut ambil bagian dalam parade budaya. Menurut Rusdi, konsep yang menggabungkan parade desa dengan parade budaya ini baru pertama kali diterapkan dan akan terus dievaluasi agar pelaksanaannya semakin baik pada tahun-tahun mendatang.
Dia menambahkan, rangkaian kepanitiaan HUT KLU masih akan berlanjut hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Sementara, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan, meskipun peringatan HUT tahun ini dikemas lebih sederhana, semangat masyarakat justru jauh lebih besar dari perkiraan.
“Kita mengundang sebenarnya 50 orang saja per desa, tapi ada yang hadir 100 sampai 200 orang, sehingga pawainya menjadi sangat panjang. Alhamdulillah masyarakat begitu antusias,” ungkapnya.
Pada momentum HUT ke-18 tersebut, Najmul juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Lombok Utara sejak berdiri sebagai daerah otonom. Di antaranya penurunan angka kemiskinan dari sekitar 43,20 persen menjadi sekitar 20 persen, keluar dari kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penurunan angka stunting, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Meski demikian, Najmul mengakui pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran daerah, terutama akibat menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Untuk mengatasi kondisi ini, kami terus mendorong berbagai inovasi pembiayaan, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak,” tutupnya. (gii/*)




