kicknews.today – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari sektor pajak daerah menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juni 2026 atau Triwulan II, realisasi PAD telah mencapai 41,8 persen, melampaui target triwulan yang ditetapkan sebesar 40 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU, Tri Dharma Sudiana, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa kinerja penghimpunan pendapatan daerah berjalan sesuai bahkan melebihi target yang telah direncanakan.

“Realisasi PAD hingga akhir Triwulan II sudah mencapai sekitar 41,8 persen. Artinya target triwulan yang ditetapkan sebesar 40 persen sudah terlampaui,” ujarnya, Jumat (03/07/2026).
Tri Dharma menjelaskan, capaian tersebut setara dengan realisasi pendapatan sekitar Rp100,98 miliar atau sekitar 1,8 persen di atas target Triwulan II. Selanjutnya, Bapenda akan fokus mengejar target pada Triwulan III dan IV hingga mencapai target akhir tahun.
Menurut Tri Dharma, optimisme tersebut didukung oleh potensi peningkatan aktivitas ekonomi pada musim liburan atau high season, khususnya di kawasan wisata yang menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan pajak daerah.
“Biasanya Triwulan III dan IV tidak terlalu sulit karena memasuki high season. Kawasan wisata akan lebih ramai sehingga berdampak positif terhadap penerimaan pajak daerah. Yang terpenting, kondisi daerah tetap aman dan kondusif karena itu sangat berpengaruh terhadap capaian PAD,” katanya.
Selain mengandalkan potensi sektor pariwisata, Bapenda KLU juga terus melakukan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah. Salah satunya melalui pengembangan sistem Satria PAD, sebuah platform yang mengintegrasikan seluruh layanan dan data perpajakan dalam satu sistem.
Melalui aplikasi tersebut, berbagai jenis pajak daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Air Tanah (PAT), hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dapat dikelola secara terintegrasi, mulai dari pendataan potensi hingga proses pembayaran.
“Satria PAD mengintegrasikan seluruh aplikasi yang ada di Bapenda, mulai dari data potensi, pembayaran, hingga seluruh jenis pajak daerah. Sistem ini sedang kami pelajari dan kami harapkan dapat diterapkan secara optimal untuk meningkatkan pelayanan sekaligus efektivitas pengelolaan PAD,” jelasnya.
Bapenda menargetkan realisasi PAD mencapai sekitar 75 persen pada Triwulan III dan 100 persen pada akhir Triwulan IV. “Dengan capaian yang sudah melampaui target pada semester pertama, kita optimistis target PAD tahun 2026 dapat terealisasi sesuai rencana, selama kondisi keamanan dan aktivitas ekonomi tetap terjaga,” tutupnya. (gii/*)




