Pembangunan RS Bayan Lombok Utara selangkah lagi dimulai

Sekretaris Dikes KLU, Rusniatun,SKM, S.Keb. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Rencana pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), semakin mendekati tahap realisasi. Setelah melalui proses panjang, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akhirnya memperoleh rekomendasi izin pembangunan dari pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KLU, Rusniatun,SKM, S.Keb mengatakan bahwa pihaknya telah menerima persetujuan dari Kementerian Kesehatan terkait rekomendasi pembangunan rumah sakit tersebut. Dengan terbitnya rekomendasi itu, tahapan pembangunan kini memasuki proses lanjutan yang akan ditangani sektor pekerjaan umum.

“Kita sudah menerima dari kementerian pada Kamis lalu. Alhamdulillah, Senin kemarin sudah keluar pernyataan bahwa rekomendasi izin pembangunan telah disahkan. Sekarang tinggal berproses di PU, karena pembangunan fisiknya nanti berada di bawah naungan PU,” ujarnya, Jumat (12/06/2026).

Menurut Rusniatun, pendanaan pembangunan rumah sakit tersebut direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Proposal dan berbagai persyaratan yang dibutuhkan telah diajukan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

“Semua proses pengajuan sudah berjalan, baik terkait anggaran maupun administrasi lainnya. Sekarang tinggal kita kawal agar proses pendanaannya segera terealisasi,” katanya.

Dia menjelaskan, seluruh persyaratan utama yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi. Dari total 13 item persyaratan, semuanya telah dinyatakan lengkap, mulai dari masterplan, sertifikasi lahan, studi kelayakan, hingga pembebasan lahan akses menuju lokasi pembangunan.

“Masterplan sudah selesai, sertifikat tanah sudah selesai, pembebasan lahan jalan juga sudah tuntas. Tinggal Detail Engineering Design (DED) yang nanti berproses melalui PU,” jelasnya.

Rumah sakit tersebut akan dibangun di lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemerintah daerah juga telah menyelesaikan pembebasan lahan akses jalan sepanjang sekitar 122 meter menuju kawasan rumah sakit dengan luas sekitar 20 are.

Sambil menunggu kepastian anggaran pembangunan utama dari pusat, Pemkab Lombok Utara berencana mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung menggunakan APBD Perubahan 2026. Infrastruktur yang diprioritaskan meliputi akses jalan dan pembangunan pagar keliling lokasi.

“Yang kami percepat kemungkinan jalan dan penembokan dulu. Mudah-mudahan bisa masuk dalam APBD Perubahan. Untuk penembokan diperkirakan sekitar Rp800 juta,” ungkap Rusniatun.

Keberadaan rumah sakit di Bayan dinilai penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat wilayah utara KLU, khususnya Bayan, Senaru, dan kawasan perbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur. Langkah tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Kesehatan yang mewajibkan pemerintah mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Rusniatun menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit baru tidak akan mengganggu sistem rujukan yang sudah berjalan. Pasien nantinya akan dirujuk berdasarkan kebutuhan layanan dan ketersediaan dokter spesialis, bukan semata-mata berdasarkan lokasi atau tingkatan rumah sakit.

“Kalau spesialis yang dibutuhkan tersedia di rumah sakit itu, tidak perlu dirujuk ke tempat lain. Sistem rujukan melihat kebutuhan medis pasien dan ketersediaan layanan,” jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Dikes KLU juga mulai melakukan berbagai persiapan. Saat ini terdapat sekitar 23 dokter spesialis di Lombok Utara, sementara rumah sakit baru nantinya minimal membutuhkan empat spesialis dasar, yakni spesialis anak, kebidanan dan kandungan (Sp.OG), bedah, serta penyakit dalam.

Beberapa dokter yang berasal dari Lombok Utara juga sedang menempuh pendidikan spesialis untuk memperkuat kebutuhan tenaga medis di masa mendatang. Selain itu, pemerintah tidak menutup kemungkinan merekrut tenaga kesehatan dari luar daerah apabila kebutuhan pelayanan terus meningkat.

“Kami sedang menyiapkan SDM sejak sekarang. Ada dokter yang sedang sekolah spesialis dan tentu tidak menutup kemungkinan rekrutmen dari luar sesuai kebutuhan rumah sakit nantinya,” katanya.

Selain melayani masyarakat Lombok Utara, rumah sakit tersebut juga diproyeksikan dapat menjadi rujukan bagi warga dari wilayah perbatasan Lombok Timur. Lokasinya yang strategis dinilai akan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di dua kabupaten.

Rusniatun optimistis pembangunan rumah sakit dapat mulai direalisasikan dalam waktu dekat dan berharap proses pendanaan dari pemerintah pusat segera tuntas sehingga target operasional rumah sakit dapat diwujudkan sesuai rencana.

“Insyaallah kami optimistis. Semua tahapan yang menjadi kewajiban daerah sudah kami selesaikan. Tinggal mengawal proses berikutnya agar pembangunan rumah sakit di Bayan bisa segera dimulai,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI