Ombudsman NTB ajak mahasiswa jadi pengawas pelayanan publik

Ombdusman NTB sosialisasi di Kampus STKIP Taman Siswa.

kicknews.today – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong mahasiswa untuk berperan aktif mengawasi kualitas pelayanan publik melalui kegiatan serasehan dan peningkatan akses pengaduan pelayanan publik yang digelar di Kampus STKIP Taman Siswa Bima, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester dua, semester empat hingga tingkat akhir itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Selain memperkenalkan peran Ombudsman, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Dwi Sudarsono, menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan amanat konstitusi yang wajib dipenuhi negara kepada seluruh warga negara.

“Kalau bicara konstitusi, pelayanan publik adalah kewajiban negara atau pemerintah dan juga merupakan hak warga negara. Negara harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat melalui pelayanan yang baik,” ujarnya.

Menurut Dwi, Ombudsman hadir sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Di NTB, pengawasan dilakukan di seluruh kabupaten dan kota dengan harapan semakin banyak masyarakat yang mengenal serta memanfaatkan layanan pengaduan yang tersedia.

Ia menilai masih banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, yang belum memahami secara mendalam fungsi dan kewenangan Ombudsman. Karena itu, program sosialisasi ke kampus menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses informasi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal pelayanan publik.

“Kami berharap mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal pelayanan publik. Ombudsman hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan aturan dan prinsip keadilan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Ombudsman serta mekanisme pengaduan jika menemukan dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kampus yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan program “Ombudsman Goes to Campus.”

“Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Ombudsman di Kampus STKIP Taman Siswa Bima,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di bidang kewarganegaraan dan ilmu sosial, untuk mengenal lebih dekat berbagai lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena dapat memperkaya wawasan mahasiswa di tengah masih terbatasnya forum-forum ilmiah dan diskusi akademik yang tersedia di daerah,” ungkapnya.

Ibnu Khaldun juga menekankan pentingnya memperbanyak kegiatan dialog dan forum ilmiah di Bima agar mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan wawasan dan pengalaman.

Mayoritas peserta yang mengikuti kegiatan merupakan mahasiswa perempuan yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik. Karena itu, pemahaman mengenai pelayanan publik dan lembaga negara dinilai penting untuk membentuk karakter serta wawasan mereka sebagai calon guru.

Melalui program tersebut, Ombudsman NTB berharap mahasiswa tidak hanya memahami hak-hak masyarakat dalam pelayanan publik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengawasi, mengedukasi, dan mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan pelayanan publik yang kerap ditemui di tengah masyarakat. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI