kicknews.today – Transformasi pendidikan dasar berbasis teknologi mulai digaungkan di tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bima. Melalui peluncuran program GURUBOT, platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi secara interaktif dan menyenangkan.
Program ini diperkenalkan dalam Seminar Penyuluhan GURUBOT bertajuk “Membuka Masa Depan Pembelajaran: Transformasi Pendidikan Dasar dengan Teknologi AI untuk Literasi dan Numerasi” yang digelar oleh Skilvul bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima, Senin (25/6/2026), di Rumah Dining Kota Bima.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Global System for Mobile Communications Association (GSMA) dan menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan dasar yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Sebagai tahap awal implementasi, program GURUBOT akan diterapkan di 21 sekolah dasar yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bima. Kehadiran platform ini diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan jaringan internet dan fasilitas pendidikan.
Hampir 100 guru dari 25 sekolah dasar di Kabupaten Bima mengikuti seminar tersebut. Selain guru, kegiatan juga dihadiri pemangku kebijakan, praktisi pendidikan, serta perwakilan sektor teknologi. Seminar dikemas dalam format diskusi panel untuk membuka ruang dialog interaktif mengenai tantangan pendidikan dasar, khususnya penguatan literasi dan numerasi siswa.
Program Director Skilvul, Amanda Simandjuntak menegaskan bahwa GURUBOT bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi asisten yang membantu proses pembelajaran di kelas.
“GURUBOT sebenarnya kami desain untuk menjadi asistennya guru, bukan menggantikan peran guru. Kami percaya profesi guru tidak bisa digantikan teknologi, karena peserta didik tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga pendidikan karakter,” ujarnya.
Menurut Amanda, teknologi AI dalam GURUBOT memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih personal karena materi dan evaluasi dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kecepatan belajar masing-masing siswa.
“Guru nantinya bisa memonitor perkembangan setiap anak, mengetahui kekuatan dan kelemahannya, bahkan mendapatkan rekomendasi intervensi pembelajaran yang sesuai. Namun kendali tetap berada di tangan guru,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Skilvul tengah menyiapkan teknologi offline agar aplikasi tetap dapat digunakan di daerah dengan keterbatasan internet.
“Target kami pada tahun ajaran baru bulan Juli nanti, GuruBot sudah memiliki teknologi offline. Jadi cukup menggunakan satu laptop sebagai server lokal, perangkat lain bisa terhubung tanpa internet,” katanya.
Sebelumnya, Skilvul telah melakukan uji coba tahap awal di lima sekolah dasar di Kabupaten Bima dengan melibatkan sekitar 200 siswa dan 20 guru. Hasil survei menunjukkan 80 persen guru menilai aplikasi tersebut efektif membantu pembelajaran literasi dan numerasi. Bahkan hampir 30 persen orang tua meminta aplikasi dipasang di ponsel mereka agar anak-anak dapat belajar di rumah.
Amanda berharap GURUBOT dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Daripada anak-anak bermain game atau media sosial terus-menerus, lebih baik waktunya digunakan untuk belajar melalui GuruBot,” ungkapnya.
Selain fitur pembelajaran berbasis permainan untuk siswa, GURUBOT juga menyediakan teacher dashboard yang memungkinkan guru memantau aktivitas belajar siswa secara detail, mulai dari intensitas penggunaan aplikasi hingga materi yang paling sulit dipahami siswa.
Untuk tahap awal, GURUBOT difokuskan pada pembelajaran literasi dan numerasi dasar bagi siswa SD kelas 1 hingga kelas 3. Ke depan, Skilvul berharap platform ini dapat dikembangkan untuk jenjang pendidikan dan mata pelajaran lainnya.
Melalui seminar ini, Skilvul berharap semakin banyak guru yang terbuka terhadap pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Bima dapat berkembang lebih merata. (jr)




