Lombok Utara siap jadi peradaban kurma dunia, potensi ekonominya capai miliaran rupiah

Waq Dolah dan kurma Lombok Utara. (Foto hasil tangkapan layar)

kicknews.today – Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat posisinya sebagai daerah pengembangan kurma nasional. Setelah dideklarasikan sebagai “peradaban kurma dunia” oleh pemerintah daerah (Pemda). Berbagai langkah strategis kini mulai dijalankan, mulai dari pengembangan klaster perkebunan hingga riset kultur jaringan bersama lembaga nasional.

Direktur Utama Ukhuwah Datu Nusantara, Suharman mengatakan, perkembangan kurma di Lombok Utara menunjukkan tren positif dan mulai dikenal di berbagai daerah di Indonesia.

“Kurma kita di Lombok Utara sudah mulai merambah ke daerah-daerah lain. Pasca deklarasi Pak Bupati menjadikan Lombok Utara sebagai peradaban kurma dunia, proses pengembangannya terus berjalan,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, sejumlah klaster perkebunan kurma kini tengah dipersiapkan untuk mendukung prospek pengembangan yang lebih besar. Bahkan, kerja sama dengan BRIDA NTB dan BRIN Nasional berhasil melahirkan kultur jaringan kurma Rinjani.

“Sekarang kultur jaringan kurma Rinjani sudah berhasil diwujudkan. Pimpinan BRIN pusat juga sudah datang melihat langsung. Ini menjadi sinyal bahwa Lombok Utara bisa menjadi pencetus utama kurma nasional,” katanya.

Dia menambahkan, pengembangan kurma nantinya tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga diarahkan menjadi ikon wisata baru di Nusa Tenggara Barat yang berdampingan dengan destinasi wisata Tiga Gili.

“Wisata Tiga Gili tetap berjalan, tetapi nanti akan ada wisata kurma dunia di Lombok Utara yang bisa menjadi daya tarik baru,” katanya.

Suharman menyebut, potensi ekonomi dari budidaya kurma sangat besar dibandingkan hasil pertanian lahan kering yang selama ini digeluti masyarakat.

Menurutnya, satu pohon kurma dapat menghasilkan 50 hingga 100 kilogram buah per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp5 juta hingga Rp 10 juta per pohon.

“Kalau satu hektar ditanam sekitar 100 pohon, artinya potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 500 juta per hektar per tahun. Bahkan bisa sampai Rp1 miliar hingga Rp 2 miliar,” jelasnya.

Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pendapatan lahan kering yang selama ini hanya berkisar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per hektar per tahun.

Selain itu, pengembangan kurma Lombok Utara juga telah mendapat pengakuan dari Asosiasi Kurma Internasional. Bahkan, pihaknya rutin mengikuti agenda internasional di Abu Dhabi untuk memperluas jejaring dan promosi kurma Lombok.

Sementara, Praktisi sekaligus Pelopor Kurma Ukhuwah Datu Nusantara, Arif Munandar atau yang biasa di panggil waq Dolah menjelaskan, hasil kajian BRIN, Universitas Brawijaya, dan sejumlah kampus menunjukkan wilayah paling potensial untuk pengembangan kurma berada di kawasan timur Lombok Utara.

“Yang terbaik itu dari Lempangi ke timur, mulai dari Gangga sampai Bayan. Di sana kandungan batuan apung putihnya kaya fosfor sehingga kualitas kurmanya lebih manis,” jelasnya.

Dia menyebutkan, terdapat sekitar 1.023 hektar lahan potensial untuk pengembangan kurma di Lombok Utara.

“Kalau 1.000 hektar ini bisa diwujudkan, dampaknya luar biasa untuk ekonomi daerah,” katanya.

Waq Dolah juga mengungkapkan keberhasilan pemindahan pohon kurma dewasa dari Kecamatan Natar, Lampung menuju Lombok Utara sejauh 1.606 kilometer. Sebanyak 209 pohon dipindahkan ke kawasan klaster Baghdad di Motong Pal.

“Dari 209 pohon yang dipindahkan, yang mati hanya 28 pohon atau sekitar 13 persen. Padahal secara teori, mortalitas pemindahan pohon besar biasanya mencapai 15 persen,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut membuat pengembangan kurma di Lombok Utara menjadi sorotan nasional bahkan internasional. Ia menyebut, capaian tersebut berpotensi masuk rekor MURI sebagai pemindahan pohon kurma besar terjauh di Indonesia.

Saat ini, pohon-pohon kurma tersebut telah memasuki usia dua tahun di lokasi baru dan mulai diberikan pupuk pembuahan.

“Diperkirakan akhir 2026 atau awal 2027 sudah mulai berbuah. Kalau 100 pohon saja berhasil berbuah, itu sudah bisa jadi wisata besar. Orang dari Sabang sampai Merauke bakal datang ke sini,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI