Mengintip strategi Dukcapil KLU layani warga rentan

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil KLU, Arif Aryadi. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus mengintensifkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) melalui program jemput bola ke desa-desa. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat capaian kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil KLU, Arif Aryadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan jemput bola di tiga desa, yakni Desa Sokong, Desa Senaru, dan Desa Malaka.

“Program jemput bola sudah kami lakukan di tiga desa, yaitu Sokong, Senaru, dan Malaka, sebagai bagian dari upaya percepatan pelayanan adminduk,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Secara umum, capaian kepemilikan dokumen kependudukan di KLU menunjukkan tren positif. Untuk akta kelahiran, capaian telah mencapai 98 persen, Kartu Identitas Anak (KIA) 96 persen, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berada di angka 98 persen.

“Kalau KIA dan akta kelahiran, capaian kita sudah melampaui target nasional. Sementara untuk KTP, capaian akan terus bergerak karena setiap hari ada warga yang genap berusia 17 tahun sehingga menjadi target baru,” jelas Arif.

Dia menambahkan, evaluasi capaian secara menyeluruh baru dapat dilakukan pada akhir tahun, mengingat dinamika pertambahan wajib KTP yang terus berlangsung.

Meski demikian, secara umum capaian Dukcapil KLU tetap berada di atas target nasional yang berada di kisaran 99 persen.
Di sisi lain, Arif mengakui bahwa tantangan utama bukan terletak pada aspek teknis, melainkan pada tingkat kesadaran masyarakat. Hal ini terlihat dari rendahnya partisipasi warga dalam perekaman KTP elektronik, khususnya bagi pemula.

“Kalau kita turun ke desa dengan target 100 orang, yang datang hanya sekitar 25 sampai 30 orang. Ini yang membuat capaian kita agak melambat,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala tersebut banyak terjadi pada kelompok usia pemula, seperti pelajar SMA. Ketika tim turun ke desa, para pelajar berada di sekolah. Namun saat layanan dibuka di sekolah, tidak semua siswa hadir.

“Kami harus terus melakukan imbauan, baik melalui sekolah maupun desa, agar mereka yang belum melakukan perekaman bisa datang ke kantor Dukcapil,” katanya.

Untuk kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Dukcapil KLU menjalankan program Adminduk untuk Disabilitas, ODGJ, dan Lansia (APDOL). Melalui program ini, petugas akan mendatangi langsung warga yang tidak mampu mengakses layanan.

“Kalau ada laporan dari pihak desa atau Dinas Sosial, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pelayanan,” jelas Arif.

Selain itu, Dukcapil KLU juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa guna memperluas jangkauan layanan. Pada tahun 2026, Dukcapil menambah titik layanan adminduk di Kecamatan Pemenang, termasuk membuka layanan perekaman KTP di kantor camat setempat. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI