kicknews.today – Sebanyak 105 ogoh-ogoh akan meramaikan parade budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di Kota Mataram. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Koordinasi lintas sektor pun telah dilakukan guna mengatur teknis pelaksanaan parade.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama Polresta Mataram dan sejumlah pihak terkait untuk mematangkan persiapan kegiatan.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Pengaturan waktu menjadi perhatian utama supaya seluruh umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” katanya, Selasa (10/03/2026).
Dia menjelaskan, penyesuaian waktu parade dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam selama bulan suci Ramadhan. Berdasarkan hasil rapat, parade ogoh-ogoh akan dimulai pada pukul 12.00 WITA dengan titik start di depan Kantor Lurah Cakra Barat.
Dengan jumlah ogoh-ogoh yang mencapai 105 buah, panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan selesai sebelum pukul 17.30 WITA. Setiap peserta parade diperkirakan akan menampilkan atraksi selama sekitar tiga menit.
“Perkiraan kita atraksi tiga menit dan maksimal pukul 17.30 WITA sudah selesai,” ujarnya.
Setelah parade berakhir, umat Hindu akan melanjutkan rangkaian ritual keagamaan seperti Perang Api yang digelar di Perempatan Negara Sakah, Cakranegara. Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru atau Pecaruan di rumah masing-masing dan memasuki masa Tapa Brata Penyepian.
Martawang menambahkan, pelaksanaan parade ogoh-ogoh tahun ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kerukunan antarumat beragama di Kota Mataram. Pasalnya, perayaan Nyepi yang dijalankan umat Hindu berdekatan dengan momentum umat Islam yang juga tengah menjalani ibadah Ramadhan menjelang Idul Fitri.
“Momentum ini menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Mataram. Pemerintah memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan aman, tertib, dan harmonis,” tutupnya. (gii/*)


