Banyak Perusahaan dan Pemerintah beralih ke skema sewa kendaraan operasional, ini alasannya

Ilustrasi Sewa Mobil

kicknews.today – Tren penggunaan skema sewa kendaraan operasional semakin banyak diterapkan oleh perusahaan besar maupun instansi pemerintah di berbagai negara. Pergeseran ini bukan semata soal harga kendaraan, melainkan bagian dari strategi manajemen aset dan pengendalian biaya jangka panjang.

Dalam praktik manajemen modern, organisasi tidak lagi hanya membandingkan harga beli kendaraan dengan harga sewa, tetapi menghitung total biaya kepemilikan atau total cost of ownership yang mencakup perawatan, pajak, asuransi, penyusutan nilai, hingga risiko kerusakan.

Mengubah Belanja Modal Menjadi Biaya Operasional

Dalam sistem pembelian langsung, organisasi harus mengeluarkan belanja modal dalam jumlah besar di awal. Sementara itu, kendaraan merupakan aset yang nilainya terus menyusut setiap tahun.

Dalam skema sewa, biaya tersebut diubah menjadi biaya operasional tetap yang lebih terprediksi.

Laporan dari perusahaan manajemen armada 7Gen di Kanada menyebutkan bahwa kendaraan listrik dalam skema leasing menawarkan stabilitas biaya yang lebih baik dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

“EV memiliki biaya transportasi yang lebih rendah karena harga listrik yang lebih stabil dan biaya servis yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin,” tulis 7Gen dalam kajiannya tentang perbandingan kepemilikan dan leasing kendaraan listrik.

Menurut laporan tersebut, perusahaan-perusahaan besar kini lebih fokus pada kepastian biaya dan pengelolaan risiko dibanding sekadar kepemilikan aset.

Perawatan Lebih Rendah dan Risiko Dialihkan

Selain faktor pembiayaan, kendaraan listrik dinilai memiliki struktur mesin yang lebih sederhana dibanding kendaraan konvensional.

Tidak adanya komponen seperti oli mesin, sistem pembakaran, busi, dan transmisi kompleks membuat biaya perawatan relatif lebih rendah.

Laporan Energy Innovation di Amerika Serikat juga menyebut bahwa dalam banyak kasus, leasing kendaraan listrik dapat menjadi opsi yang lebih ekonomis dibanding pembelian kendaraan berbahan bakar fosil setara, terutama ketika mempertimbangkan biaya operasional tahunan.

“Electric vehicle leasing is often the cheapest option when total costs, including fuel and maintenance, are fully accounted for,” tulis Energy Innovation dalam analisisnya mengenai biaya kendaraan listrik.

Artinya, dalam banyak kasus, pertimbangan rasional tidak lagi berhenti pada harga beli, melainkan pada total biaya selama masa penggunaan.

Sejalan dengan Kebijakan Nasional

Di Indonesia, penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas memiliki dasar regulasi yang jelas.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah, Presiden mendorong instansi pusat maupun daerah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa pengadaan kendaraan listrik dapat dilakukan melalui pembelian, sewa, maupun konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

Dengan demikian, model sewa kendaraan listrik bukanlah kebijakan tanpa dasar, melainkan salah satu opsi yang diakomodasi dalam kebijakan nasional percepatan transisi energi.

Praktik di Daerah

Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mulai mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas, termasuk melalui skema sewa.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, pada 2023 mulai menerapkan penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional dinas melalui mekanisme sewa di sejumlah instansi. Kebijakan tersebut dijalankan sebagai bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan.

Pendekatan ini dipandang sebagai salah satu opsi dalam pengelolaan armada dinas, di mana biaya operasional dapat direncanakan secara lebih terstruktur dalam periode tertentu dibandingkan dengan pola pengadaan konvensional.

Di tingkat global, praktik manajemen armada (fleet management) juga menunjukkan kecenderungan penggunaan skema leasing dalam pengelolaan kendaraan operasional, termasuk kendaraan listrik. Model ini umumnya dipilih untuk meningkatkan fleksibilitas pembaruan armada dan pengendalian biaya dalam jangka menengah.

Bukan Sekadar Harga, Tapi Manajemen Risiko

Para analis menyebut bahwa perdebatan antara membeli atau menyewa sering kali terlalu sederhana jika hanya melihat nominal harga kendaraan.

Dalam konteks organisasi besar, keputusan tersebut menyangkut:

  • Stabilitas anggaran
  • Pengendalian risiko teknis
  • Penyusutan aset
  • Fleksibilitas pembaruan teknologi
  • Komitmen terhadap energi bersih

Dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik yang cepat, model sewa dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar dibanding kepemilikan langsung yang terikat pada nilai aset yang terus menurun.

Tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan dan pemerintah kini memandang kendaraan operasional bukan sebagai simbol kepemilikan, melainkan sebagai bagian dari sistem manajemen yang harus efisien, transparan, dan adaptif terhadap perubahan. (red*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI