70 persen peserta job fair KLU 2026 terserap kerja, DPMPTSP Naker terus fasilitasi penempatan

Kepala Dpmptsp-Naker, Evi Winarni. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Sekitar 70 persen peserta Job Fair 2026 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah berhasil terserap di dunia kerja. Capaian tersebut menjadi indikator positif upaya Pemerintah KLU melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) dalam mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai perusahaan.

Kepala DPMPTSP Naker KLU, Evi Winarni mengatakan proses penempatan tenaga kerja tidak berhenti setelah pelaksanaan job fair selesai. Seluruh data peserta tetap dimanfaatkan sebagai basis penempatan ketika terdapat perusahaan yang kembali membuka lowongan sesuai dengan kompetensi para pelamar.

“Jadi kita fasilitasi,” ujar Evi, Senin (13/07/2026).

Dia mencontohkan, pada Selasa (07/07) lalu DPMPTSP Naker mengantar tiga pencari kerja untuk mengikuti proses rekrutmen di Hotel Aston. Sebelumnya ketiganya belum lolos seleksi karena kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan belum sesuai. Namun setelah perusahaan kembali membuka posisi yang sejalan dengan kemampuan mereka, ketiga pelamar tersebut langsung dipanggil.

Selain memfasilitasi peserta job fair, DPMPTSP Naker juga terus mendampingi lulusan pelatihan kerja agar dapat memasuki dunia kerja. Dari 10 peserta pelatihan yang telah mengikuti program peningkatan keterampilan, dua orang berhasil bekerja di kapal pesiar, sebagian lainnya diterima di sektor perhotelan, sementara peserta lain memilih merintis usaha mandiri dengan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

Evi menjelaskan, Job Fair 2026 menyediakan ratusan lowongan kerja yang diikuti sekitar 300 pelamar. Hingga saat ini, sekitar 70 persen peserta telah terserap bekerja, meski sebagian masih menjalani masa magang di perusahaan.

Menurutnya, masa magang menjadi salah satu tantangan dalam proses penempatan tenaga kerja. Tidak sedikit peserta yang memutuskan mengundurkan diri sebelum diangkat sebagai karyawan tetap karena merasa pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan harapan.

Sementara itu, sekitar 30 persen pelamar lainnya belum memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena mereka melamar pada posisi yang memiliki tingkat persaingan cukup tinggi. Meski demikian, DPMPTSP Naker memastikan para pelamar tersebut tetap menjadi prioritas ketika ada perusahaan yang kembali membuka lowongan dengan kualifikasi yang sesuai.

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesempatan kerja, DPMPTSP Naker KLU juga tengah menyiapkan aplikasi bursa kerja berbasis daring. Melalui platform tersebut, perusahaan nantinya dapat mengumumkan kebutuhan tenaga kerja kapan saja tanpa harus menunggu pelaksanaan job fair tahunan.

“Langkah ini kami harap mampu mempercepat proses penempatan tenaga kerja, memperluas peluang kerja bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas layanan ketenagakerjaan di Lombok Utara,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI