kicknews.today- Kasus virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pulau Lombok terus merebak. Pemerintah daerah juga terus berupaya memutus penyebaran virus berbahaya bagi ternak tersebut.
Langkanya obat membuat pemerintah dan peternak memutar otak dengan pengobatan herbal atau tradisional. Kepala Dinas Pertanian dan Lombok Tengah H Lalu Taufikurrahman menganggap cara pengobatan tradisional dengan ramuan herbal terbilang cukup paten.

“Untuk mengatasi kelangkaan obat di pasaran, bahan herbal ini adalah alternatif. Tingkat kesembuhannya pun mencapai 100 persen. Cuman, kelemahan bahan herbal adalah waktu sembuh yang tidak bisa secepat formula obat-obatan medis,” jelas Taufik, Kamis (16/6).
Untuk obat tradisional kata Taufik, sudah ada panduannya. Terutama dari bahan-bahan herbal yang memiliki kemampuan analgesik, antipiretik dan antibiotik. Seperti daun kelor, gula merah, bawang putih, jintan, merica, kunyit dan lain-lain.
Salah satu campuran obat herbal yang cukup ampuh jelas Taufik, dari campuran Jintan, Klabet dan Merica direndam air selama 1 jam. Lalu ulek bersama kunyit, bawang putih, gula merah dan parutan kelapa serta madu secukupnya.
Pasta yang terbentuk dibagi menjadi 5 dosis. Satu dosis sehari selama 5 hari. Kemudian, sisa ramuan di wadahnya ditambahkan ghee atau butter yang selanjutnya bisa dioleskan ke jejas pada sapi.
“Obat herbal ini bisa diberikan ke sapi normal untuk mencegah infeksi penularan PMK,” jelas Taufik.
Sementara untuk mengobati luka pada kuku saran Taufik, gunakan 10 iris bawang putih, kunyit 10 gram, 10 daun kemangi, daun kuppaimeni (pohon anting-anting, Acalypha indica) 10 lembar, daun pacar kuku 10 lembar, dan 10 daun mimba.
“Diulek hingga halus, lalu tambahkan 1 liter minyak wijen dan panaskan 10 menit, kemudian dinginkan. Setelah itu, oleskan pada luka,” tutupnya. (jr)





