kicknews.today – Pembangunan sembilan titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mulai dilaksanakan pada September 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan total anggaran pembangunan mencapai Rp27,8 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin mengatakan seluruh lokasi telah ditinjau bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor, pemerintah daerah dan pihak terkait sebagai persiapan dimulainya pekerjaan fisik.

“Semua lokasi sudah ditinjau bersama PPK, kontraktor, dinas dan pihak terkait lainnya. Saat ini juga sudah dilakukan pemasangan patok untuk memulai pekerjaan fisik,” kata Amiruddin di Dompu, Jumat (4/9/2026).
Sembilan KNMP tersebut dinukil dari Antara, tersebar di sejumlah desa pesisir. Nilai pembangunan terbesar berada di Desa Malaju sebesar Rp7,2 miliar. Sementara Desa Nangamiro dan Desa Pekat masing-masing Rp2,6 miliar, Tolokalo Rp2,5 miliar, Soro Rp2,7 miliar, Karama Rp2,3 miliar, Kawangko Rp2,4 miliar, Jambu Rp2,7 miliar, serta Hu’u Rp2,8 miliar.
Desa Malaju, Kecamatan Kilo, ditetapkan sebagai KNMP Hub dengan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan delapan lokasi lainnya. Di lokasi tersebut disiapkan pondasi untuk pembangunan cold storage atau gudang pendingin. Pembangunan cold storage dan pabrik es portabel akan dilakukan melalui skema tersendiri.
Sementara fasilitas di delapan titik lainnya secara umum meliputi pabrik es, sarana penyediaan air bersih, kios perbekalan serta sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan.
Amiruddin mengatakan kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diinformasikan telah terbit sejak awal Agustus. Namun, DKP Dompu saat memberikan keterangan belum menerima tembusan dokumen SPMK tersebut.
“Kami belum menerima tembusan SPMK, tetapi berdasarkan informasi dari wakil sah PPK, kontrak dan SPMK sudah keluar sejak awal Agustus,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap pembangunan KNMP tidak berhenti pada penyediaan bangunan fisik, tetapi mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir dan menunjang aktivitas nelayan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, Khairul Insan sebelumnya mengingatkan agar pembangunan sembilan KNMP tersebut dilakukan dengan perencanaan matang dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Harus dibangun dengan perencanaan yang matang, memenuhi unsur kemudahan dan asas kemanfaatan langsung kepada masyarakat, khususnya nelayan,” katanya.
Ia juga meminta setiap persoalan yang ditemukan selama tahap persiapan maupun pelaksanaan disampaikan secara terbuka agar dapat segera dicarikan solusi.
Sembilan lokasi baru tersebut merupakan bagian dari program KNMP nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan pemerintah menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih berdiri dan berfungsi hingga akhir Desember 2026.
Pembangunan sembilan titik ini berbeda dengan KNMP Desa Jala, Kecamatan Hu’u, yang telah lebih dahulu dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp22 miliar dan kini memasuki tahap penyelesaian. (red.)






