Melihat satu sudut kehidupan malam di Mataram

abd rachman trotoar
Abd Rachman (Wakil Ketua DPRD Kota Mataram) saat duduk bersila di trotoar jalan sambil berbincang dengan pedagang kaki lima di Mataram

kicknews.today – Ditemani segelas kecil kopi sachet pabrikan, diwaktu yang sudah termasuk larut malam. Meski hanya beralas tikar lusuh dan baliho bekas. Obrolan ringan antara Abd Rachman Wakil Ketua DPRD Kota Mataram dengan seorang pemilik warung rombong nampak tetap hangat.

Pedagang yang mengaku telah lebih 5 tahun berjualan kaki lima seadanya itu, sempat bercerita cukup detail tentang berbagai hal. Baik terkait kehidupan keluarga maupun situasi di lingkungan tempatnya menetap.

Meski sesekali obrolan mereka harus terhenti sejenak, akibat bising knalpot brong motor anak-anak muda yang berlalu lalang. Obrolan mereka nampak tetap bisa berjalan lancar.

“Saya punya 3 anak Pak, laki-laki semua. Satu ini yang paling besar ikut bantu saya jualan disini,” ungkap pedagang itu sembari mengarahkan telunjuknya ke seorang anak lelaki umur belasan, yang sedang berbaring santai di trotoar jalan beralas terpal biru.

“Sampe jam berapa dia biasa ikut jualan?” tanya Rachman penasaran.

“Jam 1 kurang lebih. Sampai tutup lah pokoknya,” jawabnya.

“Dia masih sekolah kan? Apa bisa dia bangun pagi?” sambung Rachman bertanya lagi.

“Sekolah Pak. Dia sudah kelas 5 SD. Dia sudah biasa tidur larut kok. Tetap bisa bangun sebelum subuh,” sambung ayah berusia 40an itu.

Lokasi jualan pedagang kaki lima yang tak terlalu jauh dengan rumah tinggalnya. Sepertinya membuat anaknya cukup nyaman menjalani keseharian bersama ayahnya itu. Dagangannya juga terbilang cukup lancar.

Dalam beberapa jam selama Abd Rachman duduk berbincang di tempat itu, beberapa orang datang bergantian membeli kebutuhan mereka dari warung kaki lima itu. Ada yang merupakan tamu hotel yang lokasinya persisi berdekatan dengan warung, ada juga beberapa orang yang nampak sengaja datang belanja menggunakan sepeda motor.

“Kota Mataram yang semakin ramai dan banyak hotelnya ini membawa berkah juga untuk kita,” papar pedagang itu lagi.

“Kota ini memang harus kita dorong agar terus tambah maju Pak. Semakin banyak orang luar datang, semakin banyak peluang rejeki untuk masyarakat,” kata Rachman menyambut.

“Yang penting jaga kebersihan dan kalau sudah tutup rombongnya jangan ditinggal dipinggir jalan. Disimpan yang baik ya Pak,” lanjut Rachman.

Obrolan mereka semakin lama semakin akrab. Terutama saat obrolan sedikit-sedikit mulai menyentuh situasi lingkungan jelang Pemilu 2024. Pedagang kaki lima yang sepertinya cukup aktif di lingkungan tempat tinggalnya itu. Memberi gambaran yang cukup detail tentang situasi masyarakat disekitar tempat tinggalnya jelang hari pesta demokrasi tersebut.

Rachman pun tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menguatamakan kebersamaan dan kerukunan dilingkungan. Meski pasti ada perbedaan pilihan. Jangan sampai menjadi pangkal rusaknya keharmonisan bertetangga dan bermasyarakat. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI