kicknews.today – Kabupaten Dompu berpeluang mencatat sejarah baru pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Jika kuota tambahan dan sejumlah skema pelimpahan porsi terealisasi, jumlah jemaah asal Dompu diperkirakan dapat mencapai satu kloter penuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji Kabupaten Dompu, H. Eka Iskandar, M.Si, mengatakan berdasarkan rilis tahap pertama, jumlah calon jemaah haji Kabupaten Dompu mencapai 323 orang. Dari jumlah tersebut, 34 orang merupakan jemaah kategori lanjut usia (lansia), sedangkan 289 orang merupakan jemaah reguler.

“Saat ini kami sedang melakukan proses verifikasi berkas secara berkelanjutan. Insyaallah minggu depan calon jemaah haji Dompu sudah mulai menjalani proses foto paspor,” ujarnya.
Selain menyiapkan administrasi keberangkatan, Kementerian Haji Kabupaten Dompu juga akan meningkatkan pembinaan melalui program Manasik Haji Mandiri Nol Rupiah Sepanjang Tahun.
Menurut Eka, pada tahun sebelumnya kegiatan manasik hanya terlaksana sebanyak sembilan kali. Namun, pada musim haji 2027 pihaknya menargetkan hingga 30 kali pertemuan agar para jemaah memiliki bekal yang lebih matang.
“Harapan kami, dengan pembinaan yang lebih intensif, jemaah bisa melaksanakan ibadah haji secara mandiri, khusyuk, dan kembali menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Lansia Mendominasi
Eka mengungkapkan, calon jemaah haji Dompu tahun 2027 didominasi kelompok usia lanjut. Bahkan, jemaah lansia tertua berusia 101 tahun, sementara yang termuda dalam kategori lansia berusia 84 tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena seluruh calon jemaah harus melalui tahapan pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum dinyatakan memenuhi syarat keberangkatan.
Setelah proses foto paspor selesai, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan dasar di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penilaian istithaah kesehatan, yang menentukan kelayakan seseorang untuk menunaikan ibadah haji.
Eka menegaskan, beberapa penyakit seperti tuberkulosis (TB), gagal ginjal yang memerlukan cuci darah, serta sejumlah penyakit menular lainnya dapat menjadi alasan penundaan keberangkatan demi keselamatan jemaah.
Ia mencontohkan kasus pada musim haji sebelumnya, ketika seorang calon jemaah asal Lombok Timur harus dipulangkan dari Asrama Haji setelah hasil pemeriksaan menunjukkan mengidap TB.
“Kalau kondisi kesehatannya belum memenuhi syarat, keberangkatannya hanya ditunda. Porsi hajinya tetap aman dan bisa berangkat setelah dinyatakan sehat,” jelasnya.
Target Dompu Miliki Satu Kloter
Selain menunggu rilis tahap kedua, Kementerian Haji Kabupaten Dompu juga berharap adanya tambahan jemaah melalui jalur cadangan, pendamping lansia, pelimpahan porsi dari ahli waris, hingga penggabungan mahram.
Menurut Eka, jika seluruh peluang tersebut terpenuhi, jumlah jemaah asal Dompu berpotensi mencapai 393 orang, atau setara satu kloter penuh.
“Kalau semua peluang itu ada, Insyaallah Dompu bisa tembus satu kloter. Ini akan menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Dompu,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh proses administrasi, kesehatan, hingga pelaksanaan manasik dapat berjalan maksimal sehingga seluruh calon jemaah haji Dompu dapat berangkat dengan kondisi sehat, siap secara spiritual, serta mampu saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (jr)




