Jelang Idul Adha, harga kambing di Lombok Utara malah lebih murah

Rajid, Penjual Hewan Kurban di Wilayah Tanjung, Lombok Utara.
Rajid, Penjual Hewan Kurban di Wilayah Tanjung, Lombok Utara.

kicknews.today – Menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha permintaan hewan kurban di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai meningkat. Namun, harga justeru menurun dari sebelumnya.

Salah satu penjual kambing kurban di Tanjung, Rajid menyebutkan, untuk tahun ini harga tertinggi di angka Rp 4 juta dari sebelumnya Rp 6 juta.

“Harganya turun, bisa sampai Rp 1,5 – Rp2 juta per ekornya,” kata Rajid, Selasa (11/6/2024).

Penurunan harga ini dikatakan Rajid karena pasokan kambing yang tersedia banyak dari Lombok Tengah yang rata-rata harganya relatif murah. Ada juga kambing dari Sumbawa dan Bima yang sudah masuk di KLU. Ditambah juga dengan saingan yang banyak.

“Alhamdulillah, minggu ini sudah keluar 50 ekor, dan yang sekarang ini stok baru. Cuma harga jualnya tidak sama seperti dulu. Keuntungannya yang Rp 50 – 100 ribu itu kita ambil,” katanya.

Diakui Rajid, tahun ini tingkat penjualannya sedikit membaik,  jika dibanding dengan tahun lalu yang hanya terjual 70 ekor. Lain halnya dengan 3 tahun lalu yang bisa terjual sampai 150 – 200 ekor.

“Karena permintaannya tidak hanya dari masyarakat yang berkurban maupun aqiqah saja. Tetapi ada juga permintaan dari Yayasan, tahun ini sudah mulai membaik meningkat penjualan,” ucapnya.

“Saya juga nyari seller, kemarin itu sudah 3 kali kirim keluar KLU. Gunungsari 19 ekor dan Medana 13 ekor, Alhamdulillah sudah banyak permintaan,” ungkapnya.

Untuk harganya sendiri, dikatakan Rajid berkisaran di angka Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta per ekornya. Harga tersebut sudah menyesuaikan dengan standar harga untuk hewan kurban dan aqiqah. Bahkan, hewan kurban yang dijual harus sehat dan layak untuk disembelih.

“Jika ada yang sakit, pembeli dapat menggantinya sesuai dengan harga waktu beli,” katanya.

Untuk tahun ini, dikatakan Rajid, permintaan lebih ramai, namun harga menurun dan tidak ada tawar menawar seperti tahun tahun sebelumnya.

“Tidak ada tawar menawar. Misalnya uang hanya Rp 1,5 juta atau Rp 2 juta, itu mereka tanya bisa dapat apa. Jadi tawar menawarnya jarang. Beda dengan tahun lalu yang ada tawar menawar,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Lombok Utara, Tresnahadi mengatakan saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Baik itu sapi maupun kambing yang dijual oleh peternak.

Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin kelayakan dan keamanan daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Baik sebelum maupun sesudah pemotongan hewan.

“Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang mereka beli telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Saat ini jumlah hewan kurban yang tersedia akan mencukupi kebutuhan masyarakat selama perayaan Idul Adha. Dengan ketersediaan sapi mencapai lebih dari 90 ribu ekor dan kambing di atas 20 ribu ekor di Lombok Utara.

“Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang, mengetahui bahwa hewan kurban mereka telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh pihak berwenang,” katanya.

“Pemda (Pemerintah Daerah) Lombok Utara melalui kami (DKP3, Red) berkomitmen untuk terus menjaga standar kesehatan hewan kurban demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat, tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI