Demokrat KLU edukasi pemilih pemula, tekankan pentingnya peran politik

Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari Fraksi Demokrat, Burhan M. Nur dalam kegiatan reses bersama pemuda/i Dusun Waker, Desa Santong. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari Fraksi Demokrat, Burhan M. Nur, memanfaatkan agenda reses dengan konsep yang berbeda. Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan yang digelar di Dusun Waker, Desa Santong, Kecamatan Kayangan itu juga dirangkai dengan pendidikan politik bagi generasi muda sekaligus penguatan nilai adat dan budaya.

Burhan menjelaskan, tema tersebut dipilih agar kalangan muda memahami bahwa partai politik memiliki peran penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian adat dan budaya melalui fungsi legislasi maupun penganggaran.
“Supaya generasi muda paham bahwa adat dan budaya ini juga ada peran dari partai politik. Tidak ada anggota legislatif yang terpilih tanpa partai politik. Partai menjadi kendaraan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan adat dan budaya,” ujarnya, Rabu (08/07/2026).

Dia mencontohkan, salah satu bentuk nyata peran politik adalah lahirnya regulasi mengenai pranata adat yang dibahas melalui DPRD. Menurutnya, keberadaan peraturan daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen partai politik dalam melestarikan budaya daerah.

Dalam reses tersebut, Burhan juga memenuhi aspirasi yang telah lama disampaikan pemuda setempat, yakni bantuan pengadaan pakaian adat bagi pemuda dan pemudi Dusun Waker. Bantuan itu diserahkan secara simbolis, sekaligus mewajibkan para penerima mengenakan pakaian adat pada kegiatan tersebut.

“Permintaan itu sudah cukup lama disampaikan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa direalisasikan. Hari ini sekaligus kami serahkan secara simbolis bantuan pengadaan pakaian adat untuk pemuda dan pemudi,” katanya.

Selain menyerap aspirasi, Burhan mengatakan pendidikan politik menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda, terutama pemilih pemula, perlu memahami alasan pentingnya berpartisipasi dalam politik dan menggunakan hak pilih secara rasional.

Dia mengaku banyak peserta yang bertanya mengenai pentingnya politik, hubungan antara budaya dan politik, hingga alasan masyarakat harus menggunakan hak pilih dalam pemilu.

“Banyak pemilih pemula yang belum memahami kenapa mereka harus memilih. Melalui kegiatan ini kami menjelaskan bahwa politik sangat menentukan arah pembangunan daerah karena partai politik menjadi saluran aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang diperingati pada 9 September 2026. Burhan menyebut seluruh kader Demokrat di Indonesia diwajibkan melaksanakan kegiatan kemasyarakatan yang memperkuat pemahaman publik mengenai peran partai politik.

Selain itu, kader Demokrat juga diminta menggali pandangan masyarakat terhadap berbagai program yang pernah dijalankan pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai bahan evaluasi menjelang peringatan HUT partai.

Sementara, Ketua Pemuda Dusun Waker, Desa Santong, Muhammad Ali mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan politik yang diberikan menjadi pengalaman baru bagi para pemuda, khususnya mereka yang akan menjadi pemilih pada pemilu mendatang.

“Teman-teman merespons sangat positif karena banyak yang baru memahami pentingnya politik. Mereka juga mendapat pelajaran baru tentang hubungan antara budaya dan politik, dan jawaban yang disampaikan Pak Burhan cukup memuaskan,” katanya.

Ali mengaku kegiatan serupa belum pernah dilaksanakan oleh anggota DPRD lain di wilayahnya. Karena itu, pihaknya berharap pendidikan politik dapat menjadi agenda rutin yang juga dilakukan oleh wakil rakyat lainnya agar pemahaman politik generasi muda semakin baik.

“Kami berharap anggota DPRD yang lain juga bisa mengadakan kegiatan seperti ini, sehingga teman-teman pemuda mendapat pemahaman politik yang lebih baik dan tidak apatis terhadap proses demokrasi,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI