kicknews.today – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Hingga 12 Agustus 2026, dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang telah dihimpun mencapai Rp3,23 miliar.
Dari total penghimpunan tersebut, sebanyak Rp2,15 miliar telah disalurkan kepada masyarakat melalui lima program utama BAZNAS KLU. Penyaluran itu telah memberikan manfaat kepada sekitar 8.375 mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Data tersebut disampaikan Ketua BAZNAS KLU, Slamet Riadi dalam kegiatan distribusi ZIS yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara dan HUT ke-81 Republik Indonesia di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (13/08/2026).
Slamet mengatakan, penyaluran ZIS tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui penyaluran 40 unit gerobak produktif kepada mustahik. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar lima hingga enam unit.
“Peningkatan ini sejalan dengan upaya intensif BAZNAS dalam mendorong ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan,” kata Slamet.
Selain gerobak produktif, BAZNAS KLU juga mendapat amanah dari BAZNAS Provinsi NTB untuk menyalurkan 30 unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada warga yang masuk dalam sasaran program Desa Berdaya.
Bantuan tersebut menyasar sejumlah desa, di antaranya Malaka, Senaru, Bayan, dan Genggelang. Data penerima telah ditetapkan pemerintah provinsi berdasarkan by name by address sehingga BAZNAS KLU tinggal melaksanakan distribusi sesuai ketentuan.
BAZNAS KLU juga masih menunggu tambahan 20 unit gerobak produktif dari BAZNAS Provinsi NTB. Selamat mengimbau pedagang kecil yang membutuhkan bantuan modal sarana usaha agar segera mengajukan permohonan.
” Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan, khususnya pedagang kecil, untuk segera mengajukan permohonan agar dapat menjadi penerima manfaat berikutnya,” ujarnya.
Slamet merinci, dari Rp2,15 miliar dana ZIS yang telah disalurkan, Program BAZNAS KLU Takwa menjadi salah satu penyaluran terbesar dengan nilai Rp619,36 juta untuk 4.538 penerima manfaat.
Kemudian BAZNAS KLU Peduli sebesar Rp487,45 juta untuk 1.732 orang, BAZNAS KLU Makmur Rp428,14 juta untuk 246 orang, BAZNAS KLU Sehat Rp406,10 juta untuk 889 orang, serta BAZNAS KLU Cerdas sebesar Rp210,36 juta untuk 970 orang.
Program kesehatan mencakup bantuan pengobatan hingga rujukan ke Bali dan Jakarta. Sementara program pendidikan diberikan mulai dari bantuan studi akhir hingga jenjang S3, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri seperti Yaman dan Mesir.
Sementara itu, dana yang belum tersalurkan akan terus didistribusikan hingga akhir 2026. Termasuk penyaluran triwulan ketiga dan keempat bagi masyarakat fakir miskin di 23 desa yang belum tersentuh program.
Di luar dana yang tercatat dalam neraca, BAZNAS KLU juga mencatat penerimaan berupa hewan kurban senilai Rp7,7 miliar dan zakat fitrah Rp16,7 miliar. Total penerimaan off-balance sheet tersebut mencapai sekitar Rp24,5 miliar.
Mulai 2027, BAZNAS KLU berencana memasukkan penerimaan zakat fitrah ke dalam pencatatan on-balance sheet. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung optimalisasi penghimpunan zakat, salah satunya melalui kebijakan zakat bagi ASN Muslim.
ASN Muslim di lingkungan Pemkab KLU diwajibkan menunaikan zakat sebesar 2,5 persen melalui mekanisme pemotongan gaji untuk kemudian dikelola BAZNAS.
“Dana tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Utara untuk dikelola dan disalurkan kepada para mustahik,” ujar Najmul.
Najmul menilai mekanisme tersebut dapat membuat penghimpunan dana zakat lebih teratur dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Najmul juga memberikan apresiasi terhadap BAZNAS KLU yang dinilainya telah menjalankan pengelolaan dana umat secara transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah, semua kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS itu semuanya dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan bantuan etalase usaha kepada pelaku UMKM. Sebagian bantuan telah disalurkan sebelumnya melalui Dinas Perindagkop, sementara lima penerima menerima bantuan secara simbolis pada kegiatan tersebut.
Penyerahan bantuan etalase juga dilakukan melalui dana Pokir Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan usaha masyarakat kecil.
Dengan berbagai program tersebut, BAZNAS KLU berupaya menjadikan dana umat bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi sebagai instrumen untuk membuka peluang usaha, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri. (*/*)






