kicknews.today – Pembangunan gedung baru Inspektorat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus dikebut. Pemerintah daerah menargetkan kedua gedung tersebut dapat dirampungkan pada akhir Desember 2026.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KLU, Rangga Wijaya mengatakan, progres pembangunan gedung Inspektorat saat ini telah mencapai 65,57 persen.

Meski demikian, progres tersebut masih mengalami deviasi minus sekitar 4 persen dari target dalam time schedule. Kondisi itu menjadi perhatian agar kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan.
“Progres fisiknya sudah mencapai 65,57 persen. Memang ada deviasi minus sekitar 4 persen dari target, tetapi tidak terlalu besar. Kita tetap mengingatkan penyedia dan konsultan pengawas agar menyesuaikan kembali dengan time schedule,” kata Rangga saat dihubungi via ponsel, Senin (05/09/2026).
Menurutnya, pekerjaan struktur utama gedung Inspektorat sudah memasuki tahap akhir. Seluruh bagian atap gedung telah tertutup sehingga pekerjaan berikutnya lebih banyak diarahkan pada tahap arsitektur dan penyelesaian interior.
Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan dinding dan sekat ruangan, ornamen eksterior seperti GRC, hingga persiapan pemasangan keramik atau granit pada lantai bawah.
Material keramik yang digunakan juga telah diajukan kontraktor dan mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Spesifikasinya disesuaikan dengan material yang digunakan pada Kantor Bupati maupun sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Rangga menyebut tidak terdapat kendala berarti dalam pembangunan gedung tersebut. Pekerjaan akan terus dipacu, terutama pada Oktober, termasuk menyelesaikan pekerjaan mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP).
“Harapannya bulan Oktober ini bisa dikebut, termasuk pekerjaan MEP. Dari Inspektorat juga berharap bisa segera pindah, sehingga kita ditargetkan selesai Desember,” ujarnya.
Dengan kondisi atap yang telah tertutup seluruhnya, pekerjaan di bagian dalam gedung juga diharapkan tetap berjalan meski memasuki musim penghujan.
Sementara itu, pembangunan gedung BPBD KLU memiliki progres berbeda karena pelaksanaannya dimulai lebih lambat dibandingkan gedung Inspektorat. Kendati demikian, menurut Rangga, akselerasi pekerjaan di lapangan menunjukkan tren positif.
Progres fisik gedung BPBD bahkan telah memasuki kisaran 40 persen dan penyedia sudah mengajukan termin pertama. Dalam ketentuan pembayaran, pengajuan termin pertama sebesar 30 persen dapat dilakukan setelah progres fisik mencapai 35 persen.
Percepatan pekerjaan terlihat dari aktivitas pengecoran bagian ring balok atas gedung yang dilakukan hingga malam hari. Pelaksana bahkan mendatangkan peralatan pendukung untuk mempercepat proses pengecoran.
“Pekerjaannya sampai lembur sekitar pukul 9 sampai 10 malam. Pengecoran dilakukan malam karena kondisi lebih dingin sehingga beton lebih homogen dan diharapkan meminimalkan potensi retak,” jelas Rangga.
Pembangunan gedung BPBD ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026. Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, gedung tersebut diharapkan mulai ditempati jajaran BPBD pada Januari 2027.
Namun, penataan kawasan di sekitar gedung, seperti landscape, pagar keliling hingga kelengkapan eksterior lainnya, kemungkinan belum seluruhnya dapat dikerjakan tahun ini. Pemerintah daerah akan menyesuaikannya dengan ketersediaan anggaran, termasuk kemungkinan memanfaatkan sisa hasil tender.
Rangga berharap dukungan anggaran pada 2027 dapat diarahkan untuk melengkapi fasilitas interior gedung, seperti meja, kursi, dan mebel lainnya.
“Insyaallah Januari sudah bisa bersiap ditempati. Kita juga berharap TAPD bisa mendukung penganggaran interior dan fasilitas ruangan pada 2027, sehingga kenyamanan ASN BPBD bisa meningkat dan berdampak pada kinerja,” tutupnya. (gii/*)






