Api kembali meluas di Tambora, 358 hektare terbakar hingga mendekati Pos 2 dan 3 Jalur Piong

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tambora, Kabupaten Dompu. Hingga 11 September 2026, sekitar 358,16 hektare lahan di wilayah Resor Piong teridentifikasi terdampak kebakaran. Foto: Dok. Balai TN Tambora
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tambora, Kabupaten Dompu. Hingga 11 September 2026, sekitar 358,16 hektare lahan di wilayah Resor Piong teridentifikasi terdampak kebakaran. Foto: Dok. Balai TN Tambora

kicknews.today – Kebakaran hutan dan lahan kembali meluas di kawasan Taman Nasional Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga pemantauan terakhir pada Jumat (11/9/2026), luas area terdampak di wilayah Resor Piong mencapai sekitar 358,16 hektare.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry mengatakan, titik api kembali muncul di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Kore dan SPTN II Pekat sejak Rabu (9/9/2026).

Di wilayah SPTN I Kore Resor Piong, kebakaran terpantau dari arah jalur Hutan Tanaman Industri (HTI) Labu Nae hingga Doro Tabe Nae. Api kemudian berkembang ke arah selatan dan barat daya hingga mendekati Pos 2 dan Pos 3 Jalur Pendakian Piong.

“Berdasarkan pemantauan dan pengukuran terakhir pada 11 September 2026, area terdampak teridentifikasi sekitar 358,16 hektare,” kata Abdul melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Upaya pemadaman menghadapi kendala karena sejumlah titik api tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan. Petugas harus berjalan kaki melintasi jurang, punggungan bukit, dan medan terbuka selama sekitar lima hingga enam jam untuk mencapai lokasi kebakaran.

Pemantauan dan pemadaman dilakukan pada siang hingga malam hari dengan mempertimbangkan arah angin, perkembangan api, kondisi medan, serta keselamatan personel.

“Petugas tetap berupaya maksimal meskipun akses menuju lokasi cukup berat. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas karena kondisi angin, medan, dan jarak tempuh sangat menentukan langkah pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Selain kebakaran di Resor Piong, api juga membakar kawasan Jalur Pintu Walet Timur Hodo, Grid 67–68, Zona Rimba. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 37,34 hektare.

Petugas melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar lebih luas. Vegetasi yang terdampak antara lain ilalang, serasah, semak belukar, kesambi, luhu, sonokeling, safari bura, dan saroe.

Balai Taman Nasional Tambora juga melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab kebakaran. Dugaan awal di wilayah Resor Piong berkaitan dengan aktivitas penggembalaan ternak, termasuk kemungkinan penggunaan api untuk menggiring ternak atau merangsang tumbuhnya tunas baru sebagai pakan.

Sementara di wilayah SPTN II Pekat, petugas menemukan bekas umban atau bahan pengasapan yang biasa digunakan dalam aktivitas pencarian madu di sekitar lokasi kebakaran.

Abdul menegaskan, temuan tersebut masih menjadi bahan pendalaman. Penyebab pasti kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses penyelidikan.

“Temuan-temuan tersebut menjadi salah satu bahan pendalaman terkait dugaan penyebab kebakaran,” katanya. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI