kicknews.today – Warga negara asing asal China ditemukan berada di lokasi tambang emas Lawang Tua, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, yang mengalami longsor dan menewaskan tiga penambang.
Kepolisian Resor Sumbawa memastikan WNA China tersebut berstatus sebagai teknisi, bukan pengelola kegiatan pertambangan.

“WNA China yang berada di lokasi itu bukan pengelola, melainkan teknisi. Pengelolanya semua WNI,” kata Kasi Humas Polres Sumbawa, Iptu Zainal Arifin, dinukil dari ANTARA, Selasa (8/9/2026).
Polisi belum menyebutkan jumlah pasti WNA China yang berada di kawasan tambang tersebut. Pendataan masih dilakukan melalui koordinasi bersama instansi terkait.
Zainal mengatakan seluruh pihak yang diduga memiliki hubungan dengan aktivitas pertambangan akan diperiksa untuk mengetahui peran dan tanggung jawab masing-masing.
Keberadaan WNA China menjadi salah satu bagian yang didalami setelah lokasi tambang emas itu mengalami longsor pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.
Berdasarkan keterangan awal para saksi, korban sedang mengambil material di bawah tebing ketika batu dan tanah dari bagian atas runtuh. Aktivitas pertambangan di atas tebing diduga menyebabkan material longsor dan menimpa para pekerja.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga penambang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal ketika mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot sebelumnya menyatakan kegiatan pertambangan di lokasi kejadian tidak memiliki izin.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dengan kepolisian untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
“Intinya seluruh kegiatan dan aktivitas pertambangan di lokasi kejadian dihentikan,” kata Jarot.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin mengatakan keterlibatan WNA dalam aktivitas pertambangan tersebut masih diinventarisasi.
“Untuk keterlibatan WNA masih coba diinventarisasi oleh pihak terkait,” ujarnya.
Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang turut diamankan, antara lain pakaian dan alas kaki korban, jeriken, topi serta peralatan pertambangan berupa linggis dan palu.
Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti longsor, pihak yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian tambang, status para pekerja serta peran WNA China yang berada di lokasi.
Aktivitas pertambangan di kawasan Lawang Tua dihentikan selama proses penyelidikan berlangsung. (red.)






