Rp747 juta untuk MCK 3 Ponpes di Kota Bima, Mori Hanafi pastikan bantuan tepat sasaran

Anggota DPR RI H Mori Hanafi tinjau pembangunan MCK di Ponpes Al Husaini Kota Bima.

kicknews.today – Perhatian terhadap kelayakan fasilitas sanitasi di lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu fokus Anggota DPR RI, H. Mori Hanafi. Senin (2/11/2026) sore, Ketua DPD Partai NasDem NTB itu turun langsung memantau pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di tiga pondok pesantren di Kota Bima.

Tiga pesantren yang dikunjungi yakni Ponpes Al Husaini, Ponpes Nurul Jihad, dan Ponpes Darul Hikmah. Ketiganya masing-masing memperoleh bantuan anggaran sekitar Rp249 juta dari pemerintah pusat.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan sekaligus melihat langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.

Dari hasil pemantauan, Mori menyebut progres pembangunan MCK di ketiga pesantren tersebut rata-rata telah mencapai sekitar 50 persen.

“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan kita, progres pembangunan sudah sekitar 50 persen. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ke depan seluruh pekerjaan bisa diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Mori, pembangunan fasilitas MCK bukan sekadar penyediaan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan dan kesehatan para santri.

Dia menilai, fasilitas sanitasi yang memadai merupakan kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan oleh setiap lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren.

“Bantuan ini kita harapkan bisa memenuhi kebutuhan MCK bagi para santri. Karena fasilitas sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia di setiap lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren,” katanya.

Selain memastikan progres pekerjaan, Mori juga menitipkan pesan kepada pengelola pesantren agar memiliki komitmen menjaga fasilitas tersebut setelah pembangunan rampung.

Menurutnya, keberhasilan program bantuan pemerintah tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya.

“Jangan sampai setelah dibangun kemudian dibiarkan begitu saja. Ini fasilitas untuk kepentingan para santri, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Mori berharap, keberadaan fasilitas MCK baru tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan pesantren dan menunjang kenyamanan para santri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kita ingin bantuan ini memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, setelah selesai dibangun, tolong dijaga dan dirawat. Jangan sampai fasilitas yang sudah diberikan pemerintah justru tidak dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI