kicknews.today – Program bedah rumah di Kota Bima tak sekadar mengubah rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih baik. Semangat gotong royong dan kesediaan warga mengeluarkan uang pribadi demi mendapatkan rumah yang lebih layak juga mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI, H. Mori Hanafi.
Hal itu terlihat saat Mori turun langsung meninjau sejumlah rumah penerima manfaat program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Rabadompu Barat, Kota Bima, Senin (2/11/2026) sore.
Mori mengaku terkejut melihat hasil pembangunan rumah warga. Menurutnya, kualitas bangunan yang dihasilkan jauh lebih baik dari yang dibayangkan.
“Saya tidak menyangka bangunannya bagus-bagus,” ungkap Mori saat melakukan peninjauan.
Menurutnya, kualitas bangunan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat. Para penerima bantuan ternyata tidak hanya mengandalkan dana stimulan dari pemerintah, tetapi juga rela merogoh kocek pribadi untuk menyempurnakan pembangunan rumah mereka.
Bahkan, ada warga yang menambah biaya pembangunan hingga Rp70 juta.
Mori menyebut, angka tersebut menjadi salah satu tambahan swadaya terbesar yang ditemukannya selama meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Pulau Sumbawa.
“Saya lihat dari beberapa lokasi lain di Pulau Sumbawa, minimal pemilik rumah menambah uang Rp20 juta. Dan angka di Rabadompu Barat ini rekor terbesar, hingga Rp70 juta,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bantuan pemerintah sekitar Rp20 juta per unit memang bersifat stimulan. Artinya, dana tersebut menjadi pemicu agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas rumahnya melalui dukungan swadaya sesuai kemampuan masing-masing.
Secara keseluruhan, program peningkatan kualitas RTLH di Kota Bima menyasar 252 unit rumah yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Sementara di Kabupaten Bima, program serupa dialokasikan untuk 1.000 unit rumah dan Kabupaten Dompu sebanyak 200 unit. Bantuan tersebut juga menjangkau Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Meski mengapresiasi hasil pembangunan di Rabadompu Barat, Mori mengaku masih menemukan sejumlah rumah warga dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Karena itu, dia berkomitmen memperjuangkan tambahan kuota bantuan bedah rumah untuk masyarakat Kota Bima, khususnya di wilayah Rabadompu.
“InsyaAllah tahun depan saya akan usulkan sekitar 10 rumah lagi untuk Rabadompu Timur,” pungkasnya.
Mori berharap partisipasi dan semangat swadaya masyarakat seperti yang ditunjukkan warga Rabadompu Barat dapat menjadi contoh dalam menyukseskan program peningkatan kualitas hunian masyarakat. (jr)


