kicknews.today – Konsistensi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Taman Siswa Bima dalam mengikuti perkembangan pendidikan tinggi nasional kembali terlihat. Sejak Perkumpulan Pengelola Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (PPPSPGSDI) resmi berdiri pada 2019, prodi dari Bima ini nyaris tak pernah absen dalam berbagai forum organisasi tersebut.
Tahun 2026 ini, PGSD STKIP Taman Siswa Bima kembali ambil bagian dalam Workshop dan Konggres PPPSPGSDI yang berlangsung di Platinum Hotel Surabaya, 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Kehadiran tersebut bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat mutu pengelolaan program studi, memperluas jejaring akademik, serta mengikuti arah kebijakan pendidikan guru sekolah dasar di tingkat nasional.
Selama tiga hari, kegiatan itu mempertemukan pengelola program studi PGSD dan PGMI dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari Kebijakan Lamdik 3.0, penyusunan laporan evaluasi diri dan dokumen kinerja program studi untuk akreditasi, hingga pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Peserta juga mendapatkan penguatan materi mengenai pengukuran capaian pembelajaran berbasis teknologi informasi, pengelolaan rekognisi pembelajaran lampau, serta strategi peningkatan kualitas jurnal ilmiah menuju indeksasi Scopus.
Pada hari kedua, kegiatan berlangsung dalam dua jalur. Para anggota mengikuti Konggres PPPSPGSDI, sementara peserta program S2 Pendidikan Dasar menggagas pembentukan konsorsium dan kerja sama antarprogram studi.
Kehadiran PGSD STKIP Taman Siswa Bima dalam forum nasional tersebut memiliki rekam jejak panjang. Pada 2019, prodi diwakili Adi Apriadi Adiansha, M.Pd. Kemudian pada 2023, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., hadir langsung sebagai utusan.
Ketua Prodi PGSD STKIP Taman Siswa Bima, Rizalul Fiqry, S.Si., M.Pd., mengatakan konsistensi tersebut merupakan bentuk keseriusan institusinya dalam mengikuti perkembangan dan mendiskusikan arah kebijakan pengelolaan program studi PGSD di Indonesia.
“Sejak 2019 kami selalu berkoordinasi dengan PPPSPGSDI untuk mendiskusikan arah kebijakan,” ujar Rizalul Fiqry.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang dibangun selama ini berlangsung dua arah. Bahkan, ketika PGSD STKIP Taman Siswa Bima melakukan peninjauan kurikulum OBE pada 2025, pihaknya mengundang langsung Sekretaris Umum dan Bidang Kurikulum PPPSPGSDI.
Karena itu, pembahasan kurikulum OBE dalam workshop di Surabaya menjadi semakin relevan dengan kebutuhan pengembangan prodi yang selama ini telah mereka kerjakan.
Rizal menilai Workshop dan Konggres PPPSPGSDI 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk berdialog, berbagi pengalaman, sekaligus membangun kolaborasi dengan program studi PGSD dari seluruh Indonesia.
“Semua materi sangat segar dan relevan dengan kebutuhan pengembangan prodi serta karier dosen-dosen homebase prodi PGSD,” katanya.
Sebagai wujud keberlanjutan kolaborasi, PGSD STKIP Taman Siswa Bima kembali menandatangani nota kesepahaman atau kerja sama dengan PPPSPGSDI. Penandatanganan tersebut menjadi yang ketiga kalinya pada periode ketiga ini.
Agenda kerja sama itu juga sejalan dengan rangkaian kegiatan organisasi. Pada malam pertama, peserta mengikuti penandatanganan Konsorsium PGSD dan kerja sama antarprogram studi.
Bagi PGSD STKIP Taman Siswa Bima, langkah tersebut menjadi penguatan hubungan kelembagaan yang selama ini telah dibangun melalui komunikasi dan forum akademik.
Puncak Konggres PPPSPGSDI 2026 menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Prof. Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua secara aklamasi.
Rizalul Fiqry menyambut optimistis kepemimpinan baru tersebut. Ia berharap kepengurusan ke depan semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarprogram studi PGSD di seluruh Indonesia.
“Selamat atas terpilihnya secara aklamasi Prof. Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd. Kami merasa ke depannya semakin cerah, karena ketua terpilih dalam sambutannya menekankan bahwa komunikasi adalah kunci kemajuan,” tutupnya.
Partisipasi berkelanjutan PGSD STKIP Taman Siswa Bima dalam forum nasional ini menjadi salah satu upaya memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan guru sekolah dasar, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Bima. (jr)


