Geng motor Mataram tewaskan pelajar, Ketua DPRD NTB dan Wagub desak pengawasan anak diperketat

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB Baiq Isvie Rupaeda (foto kicknews.today/wn)
kicknews.today – Aksi kekerasan yang melibatkan kelompok geng motor di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga menewaskan seorang korban memantik keprihatinan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri.
Keduanya menyayangkan keterlibatan kalangan pelajar, terlebih sebagian pelaku masih di bawah umur. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi orang tua, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Baiq Isvie menegaskan, perhatian keluarga terhadap aktivitas anak, terutama saat malam hari, menjadi salah satu hal penting untuk mencegah mereka terlibat dalam aksi kekerasan.
“Tentu ini menjadi perhatian seluruh keluarga kita di Mataram ini, lebih ke memberikan perhatian ke anak-anak kita, jangan sampai keluar malam,” kata Baiq Isvie saat ditemui di Bale Kita Islamic Center Mataram, Kamis (29/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai peluncuran buku internasional Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali.
Menurutnya, aksi pengeroyokan yang melibatkan kelompok remaja tidak dapat dibenarkan, terlebih jika berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kekerasan semacam itu juga berpotensi merusak masa depan generasi muda.
“Saya kira tidak dibenarkan hal-hal seperti itu sampai korban meninggal. Saya kira tidak boleh ada pengeroyokan,” tegasnya.
Baiq Isvie berharap, proses hukum terhadap para pelaku berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan pelaku yang masih berusia anak harus tetap mengacu pada aturan hukum yang berlaku bagi anak.
“Saya kira ini kan menyangkut pelakunya masih di bawah umur. Anak-anak kecil tentu ada aturan terkait, tetapi kita berharap perbuatan yang mereka lakukan tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Keprihatinan serupa disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri. Ia menyayangkan aksi kekerasan tersebut terjadi di Kota Mataram dan melibatkan anak-anak usia pelajar hingga menimbulkan korban jiwa.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ummi Dinda itu, berdasarkan komunikasi dengan pihak kepolisian, kasus tersebut masih didalami, termasuk dengan bantuan rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Kalau hasil komunikasi dengan pihak kepolisian memang masih didalami dengan beberapa bantuan CCTV. Tentu kita menyesali, kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.
Ummi Dinda juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan memperkuat langkah pencegahan. Salah satunya melalui peningkatan penerangan jalan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi tindak kekerasan.
Ia menilai, lingkungan yang lebih terang dapat mendukung upaya pengawasan dan keamanan masyarakat, terutama pada malam hari.
“Pemerintah Kota Mataram juga terus berupaya melakukan penataan keamanan di sana dengan diperbanyak lampu-lampu sehingga mengurangi kejadian seperti itu. Kita semua sangat menyayangkan dan tentunya sangat berduka,” ucapnya.
Selain penerangan jalan, ia meminta pemangku kepentingan terkait, khususnya Polresta Mataram, meningkatkan patroli rutin pada malam hari.
Pengawasan juga diharapkan menyasar lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja hingga larut malam.
“Itu salah satu langkah yang dilakukan Polres Mataram, melakukan patroli keliling, memastikan tempat-tempat berjualan itu sampai sore sehingga malamnya sudah sepi dan tentunya dikasih penerang atau lampu,” tuturnya.
Kasus pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi di Jalan Udayana dan Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, pada Minggu dini hari (25/10/2026), menewaskan seorang korban berinisial GB.
Perkara tersebut kini ditangani Polresta Mataram. Berdasarkan informasi dalam laporan ini, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dan sebagian besar di antaranya masih berusia di bawah umur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kekerasan di kalangan remaja tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Perhatian keluarga, pengawasan lingkungan, patroli aparat, serta ruang aktivitas positif bagi anak muda juga dibutuhkan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Bagi Baiq Isvie dan Ummi Dinda, keselamatan generasi muda harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan yang dapat menghancurkan masa depan mereka maupun orang lain. (wii)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Bq wina

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI