Penipuan makin marak, Pelni Bima: Jangan beli tiket lewat medsos

Kepala Pelni Cabang Bima, Budiarto.
kicknews.today — Penipuan tiket kapal Pelni palsu kembali marak. Di wilayah Bima, pengaduan terkait modus tersebut bahkan diterima hampir setiap hari.
Kepala Pelni Cabang Bima, Budiarto, mengatakan, kasus penipuan tiket palsu semakin banyak. Pihaknya bahkan telah melaporkan 10 nomor kontak telepon seluler yang terindikasi digunakan oknum penipu kepada pihak Pelni di pusat.
“Yang terbaru ada pengaduan seorang calon penumpang, untungnya belum dilakukan transaksi. Calon penumpang ini sempat diancam dilaporkan ke pihak kepolisian oleh oknum tersebut karena tiket palsunya sudah dicetak,” kata Budiarto, Rabu (30/9/2026).
Untuk mencegah masyarakat semakin mudah percaya terhadap akun atau nomor yang mengatasnamakan Pelni, perusahaan kini juga melarang pegawainya menggunakan akun media sosial pribadi untuk memposting atau membagikan informasi terkait jadwal pelayaran maupun aktivitas di pelabuhan.
Kebijakan tersebut diterapkan karena konten yang dibagikan melalui media sosial dapat dimanfaatkan oknum penipu untuk membangun kepercayaan calon korban.
Budiarto menegaskan, Pelni tidak melayani pembelian tiket melalui media sosial dalam bentuk apa pun, baik Facebook, WhatsApp, Instagram maupun platform lainnya.
Saat ini, pembelian tiket resmi Pelni hanya dilakukan melalui aplikasi PELNI Mobile dan kantor cabang Pelni. Kebijakan penggunaan kanal resmi tersebut telah diberlakukan sejak 2021.
Pelni juga tidak memberlakukan pembayaran tiket secara tunai melalui perantara.
“Kita tetap lakukan langkah-langkah kecil mensosialisasikan penggunaan PELNI Mobile. Masyarakat harus terbiasa menggunakan teknologi. Kalau ingin membeli tiket, unduh PELNI Mobile. Di aplikasi itu sudah tersedia jadwal kapal, harga tiket dan informasi lainnya,” ujarnya.
Budiarto mengimbau calon penumpang agar selalu menggunakan kanal resmi ketika membeli tiket maupun mengecek jadwal dan tarif kapal.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap akun media sosial, pesan WhatsApp maupun unggahan Facebook yang menawarkan tiket dengan iming-iming proses cepat, tanpa antre atau harga tertentu.
Pelni juga mengingatkan calon penumpang agar tidak pernah mentransfer uang ke rekening pribadi yang mengatasnamakan petugas Pelni.
“Simpan bukti percakapan dan transfer, lalu laporkan ke kepolisian jika menemukan indikasi penipuan,” tegasnya.
Budiarto berharap masyarakat tidak lagi membeli tiket melalui calo atau pihak yang mengaku sebagai petugas Pelni.
“Sudah banyak korban penipuan. Jangan karena ingin cepat, lalu membeli tiket lewat media sosial,” tandasnya. (jr)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI