kicknews.today – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-131 Lombok Timur di Lapangan Tugu Selong, Senin sore (31/8/2026). Puncak peringatan tersebut ditutup dengan tablig akbar dan tausiyah kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Lombok Timur.Secara khusus, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Al-Mukarram Tuan Guru Bajang (TGB) TGH. Muhammad Zainul Majdi atas tausiyah dan pesan kebangsaan yang disampaikan dalam pengajian.

Bupati menegaskan agar momentum Hari Jadi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. Menurutnya, terdapat pesan penting yang perlu menjadi pegangan bersama, yakni pikiran harus lebih tinggi daripada perbedaan, persaudaraan harus lebih tinggi daripada kepentingan, dan Lombok Timur harus dijaga bersama.
Bupati menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan kegiatan besar meskipun tidak masuk dalam APBD dan tidak memiliki anggaran khusus.
“Setiap keringat yang jatuh untuk menyelesaikan acara ini merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah ingin menghadirkan Lombok Timur yang semakin sejahtera, maju, adil, jujur, dan transparan. Pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya berbicara tentang jalan dan gedung, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemerintah juga ingin memastikan anak-anak Lombok Timur memiliki masa depan yang lebih baik, masyarakat semakin sehat, berpendidikan, produktif, dan sejahtera, serta kehidupan sosial tetap harmonis di tengah berbagai perbedaan.
Puncak peringatan Hari Jadi Lombok Timur kemudian dilanjutkan dengan dialog aspirasi masyarakat. Tiga perwakilan masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah, yakni infrastruktur dan pertanian, pelayanan posyandu, dan jaminan kesehatan para kader serta pariwisata, sampah, dan penerangan jalan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan bahwa Pemerintah daerah akan terus mencari solusi dan berbagai sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi saat ini. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD tersebut diharapkan dapat memperluas ruang fiskal pemerintah dalam membiayai pembangunan.
Selain mengandalkan pendapatan daerah, Pemkab Lombok Timur juga terus memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Bupati menyebut pada 2026 dan 2027 Lombok Timur mendapatkan dukungan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan jalan dan infrastruktur. Di sektor pertanian, khususnya irigasi, dukungan lebih dari Rp21 miliar juga berhasil diperoleh melalui kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Bupati juga menyampaikan rencana penambahan anggaran pembangunan jalan melalui anggaran perubahan tahun ini. Sementara pada 2027, pemerintah akan kembali membahas anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan. Pemerintah menargetkan jalan-jalan yang belum beraspal dapat dituntaskan secara bertahap hingga akhir masa jabatan.
Di aspek kesehatan, terkait Posyandu, pemerintah tidak hanya memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan, tetapi juga perlindungan sosial bagi para kader melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah juga akan mengupayakan kader yang belum terdaftar agar dapat memperoleh jaminan melalui mekanisme penganggaran yang dikoordinasikan dengan pemerintah desa.
Kebutuhan sarana dan prasarana posyandu juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait. Bupati berjanji kebutuhan yang belum dapat dipenuhi tahun ini akan diupayakan dalam penganggaran berikutnya. (cit)






