kicknews.today – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Bali pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 02.10 Wita dengan parameter terbaru berkekuatan magnitudo 5,0 pada kedalaman 505 kilometer.

Episenter gempa berada di koordinat 7,20 derajat Lintang Selatan dan 117,14 derajat Bujur Timur, atau sekitar 135 kilometer di timur laut Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, mengatakan gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dalam yang dipicu oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng tektonik.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam lempeng,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal fault.
Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan.
Sementara itu, getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk yang sedang melintas.
Sedangkan di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI, yang ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang.
Hingga pukul 02.35 Wita, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
BMKG menegaskan bahwa informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial yang telah terverifikasi, maupun aplikasi resmi BMKG. (jr)






