Lalu Kusnawan: Pariwisata berkualitas tak bisa hanya jadi jargon

Ilustrasi.

kicknews.today – Wacana penambahan akses penerbangan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai belum akan memberikan dampak maksimal terhadap sektor pariwisata apabila tidak dibarengi dengan kesiapan destinasi wisata. Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Lalu Kusnawan, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga keterlibatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Menurut Kusnawan, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penerbangan yang masuk ke suatu daerah. Ia menilai kesiapan destinasi justru menjadi faktor utama agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik selama berkunjung.

“Kalau disiapkan sebanyak apa pun penerbangan, tetapi promosi tidak maksimal dan infrastruktur di masing-masing destinasi belum siap, hasilnya juga tidak akan optimal,” ujarnya, Senin (06/07/2026).

Dia menambahkan, pembangunan sektor pariwisata merupakan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, pelaku industri, masyarakat, hingga pihak pendukung lainnya harus berjalan seiring. Menurutnya, apabila salah satu unsur tidak berfungsi dengan baik, maka pengembangan pariwisata akan sulit mencapai target yang diharapkan.

Kusnawan juga menyoroti masih belum jelasnya tolok ukur mengenai pariwisata berkualitas (quality tourism) maupun pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Selama ini, kedua konsep tersebut kerap digaungkan, namun implementasinya dinilai belum memiliki indikator yang disepakati bersama.

“Selama ini kita masih sering berbicara tentang pariwisata berkelanjutan dan quality tourism. Tetapi indikatornya sendiri masih diperdebatkan. Artinya, akar persoalannya belum benar-benar jelas,” katanya.

Karena itu, dia mendorong agar pemerintah terlebih dahulu membenahi aspek dasar, mulai dari sarana dan prasarana destinasi wisata, sebelum berfokus pada program-program lain. Setelah infrastruktur memadai, langkah berikutnya adalah meningkatkan kompetensi SDM pariwisata melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pengetahuan.

Selain itu, Kusnawan menilai edukasi kepada masyarakat juga tidak kalah penting. Menurutnya, keberhasilan pariwisata berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun pelaku industri, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan sosial tempat destinasi wisata berada.

“Kalau masyarakat belum memahami secara utuh apa itu pariwisata dan bagaimana manfaatnya, tentu akan sulit mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, pemahaman kepada masyarakat harus menjadi bagian dari pembangunan sektor pariwisata,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI