Bulog NTB pastikan ketahanan pangan terjaga, bantuan beras Juli segera disalurkan

Stok beras yang ada di gudang Bulog NTB. (Foto. kicnews.today/Ist)

kicknews.today – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan kepada 856.131 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh NTB. Penyaluran yang mencakup alokasi Februari dan Maret 2026 tersebut rampung 100 persen pada 30 Juni 2026.

Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng untuk masing-masing alokasi yang disalurkan sekaligus dalam satu tahap.

“Penyaluran bantuan pangan sudah selesai 100 persen pada 30 Juni 2026. Total penerimanya sebanyak 856.131 PBP. Bantuan yang diberikan berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak untuk alokasi Februari dan Maret yang disalurkan sekaligus,” ujarnya.

Bulog NTB kini bersiap melanjutkan program bantuan pangan untuk alokasi Juli 2026. Namun, pelaksanaannya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Insyaallah bulan Juli akan kembali disalurkan bantuan pangan. Saat ini kami masih menunggu keputusan dari pusat. Untuk alokasi Juli nanti hanya berupa beras 10 kilogram tanpa minyak goreng,” jelasnya.

Dia menegaskan, penyaluran pada Juli hanya untuk satu bulan alokasi, dengan jumlah penerima sementara masih tetap sebanyak 856.131 PBP.

Jika direkap untuk dua alokasi yang telah disalurkan, Bulog NTB telah mengeluarkan sekitar 17,12 juta kilogram beras, atau sekitar 17.122 ton. Sementara untuk satu bulan alokasi, kebutuhan beras mencapai sekitar 8,56 juta kilogram.

Selain memastikan kelancaran distribusi bantuan pangan, Bulog NTB juga menjamin ketersediaan stok beras dalam kondisi sangat aman. Menurut Mara, stok beras saat ini bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.

“Insyaallah stok beras kita cukup aman sampai dengan tahun depan dan saat ini kami juga masih terus melakukan serapan gabah maupun beras dari petani,” katanya.

Dia menjelaskan, tingginya stok tidak terlepas dari capaian pengadaan beras yang melampaui target, didukung produktivitas petani yang terus meningkat.

“Target pengadaan kita terlampaui. Di sisi lain, petani juga semakin giat melakukan penanaman sehingga pasokan beras terus bertambah,” ungkapnya.

Hingga saat ini, posisi stok Bulog NTB tercatat mencapai 268.564 ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB sekaligus mendukung distribusi antarwilayah.

Meski memiliki cadangan yang besar, Bulog NTB tetap menjalankan program mobilisasi nasional (movnas) untuk memasok kebutuhan beras ke Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Realisasi distribusi terakhir mencapai sekitar 5.000 ton untuk kedua provinsi tersebut, sementara kuota selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah penerima.

Mara menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, cadangan beras pemerintah di NTB berada dalam kondisi sangat mencukupi sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.

“Kalau ada ancaman kekeringan sekalipun, insyaallah stok pangan kita aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan beras yang kita miliki sangat mencukupi,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI