kicknews.today – Suasana duka menyelimuti kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Dalam kurun waktu 24 jam, dua insiden kecelakaan dilaporkan menimpa pendaki dalam negeri. Seorang pendaki asal Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan meninggal dunia, sementara seorang pendaki asal Riau harus dievakuasi akibat mengalami patah tulang kaki.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Endang Subarna (48), warga Kampung Hegar Alam, Cibadak, Sukabumi. Korban bersama rombongan berjumlah 29 orang memulai pendakian melalui pintu Kandang Sapi pada Kamis pagi (14/5/2026).
Nahas, saat mencapai jalur terjal di punggungan Bukit Penyesalan (jalur menuju Pos 4) sekitar pukul 16.00 WITA, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Petugas TNGR bersama tim medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) segera menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Kepala Balai TNGR, Budhi Kurniawan, S.Hut, menjelaskan bahwa upaya penyelamatan sempat dilakukan selama 30 menit namun tidak membuahkan hasil.
“Kami menerima informasi ada pendaki yang pingsan. Petugas di lapangan langsung melakukan tindakan darurat termasuk pacu jantung selama 30 menit, namun ternyata tidak ada respon. Dugaan sementara mungkin kelelahan atau ada riwayat sesak napas,” ujar Budhi Kurniawan pada Jumat (15/5/2026).
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan bahwa korban telah dievakuasi ke Puskesmas Sembalun sebelum dibawa ke RSUD Selong.
“Pukul 19.20 WITA, tim tiba di Pos II dan korban langsung diperiksa oleh dokter Puskesmas Sembalun. Korban dinyatakan telah meninggal dunia dan jenazah segera diberangkatkan ke RSUD Selong menggunakan ambulans,” kata IPTU Lalu Subadri.
Belum usai proses evakuasi korban pertama, insiden kedua terjadi pada Jumat dini hari (15/5/2026) sekitar pukul 04.00 WITA. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Karimun, Riau, bernama Bolkya Ayadi (38), terjatuh di sekitar punggungan menuju puncak Rinjani.
Korban dilaporkan terjatuh sedalam 7 meter dari posisi tempatnya beristirahat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan tidak dapat berjalan.
“Korban kedua ini jatuh saat hendak menuju puncak, posisinya sekitar 20-30 meter dari Pos Pelawangan. Saat ini tim gabungan dari TNGR, Polsek Sembalun, dan EMHC sudah bergerak naik untuk melakukan evakuasi. Kondisi korban dilaporkan stabil dan sudah diberikan logistik serta penanganan awal di lokasi,” tambah IPTU Lalu Subadri.
Menanggapi rentetan insiden ini, pihak Balai TNGR menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum mendaki gunung dengan kategori kesulitan tinggi seperti Rinjani. Budhi Kurniawan menyebut cuaca di lapangan seringkali berubah secara tidak terduga meskipun telah memasuki musim kemarau.
“Pendakian Rinjani ini termasuk Grade 4 yang membutuhkan fisik dan mental yang sangat prima. Kami menghimbau para pendaki agar lebih jujur terhadap kondisi kesehatannya. Kedepannya, cek kesehatan mungkin harus dilakukan secara lebih ketat lagi agar insiden seperti ini tidak terulang kembali,” tegas Budhi.
Hingga berita ini diturunkan, tim rescue masih terus berupaya membawa turun korban patah tulang dari kawasan Pelawangan Sembalun menuju fasilitas medis terdekat. (cit)




