kicknews.today – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP-Naker) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pelaksanaan Job Fair atau bursa kerja pada 20 – 21 Mei 2026 mendatang. Kegiatan yang akan dipusatkan di kantor Dinas Tenaga Kerja-PMPTSP Kabupaten Lombok Utara itu diproyeksikan menjadi salah satu ajang rekrutmen tenaga kerja terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja DPMPTSP-Naker KLU, Murtaip mengatakan, saat ini pihaknya tengah mematangkan berbagai persiapan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat melalui pemasangan baliho informasi di sejumlah titik.

“Pada tanggal 20 sampai 21 Mei nanti akan ada Job Fair di Lombok Utara. Sekarang ini kami masih tahap persiapan dan sudah mulai menginformasikan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Murtaip menjelaskan, hingga saat ini tercatat sebanyak 32 perusahaan telah memastikan ikut serta dalam bursa kerja tersebut. Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari jasa, industri perhotelan hingga perbankan.
Dari puluhan perusahaan tersebut, tersedia sebanyak 657 lowongan pekerjaan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan SMA/SMK hingga sarjana (S1). Menurutnya, kesempatan kerja yang dibuka cukup beragam sehingga diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, khususnya masyarakat Lombok Utara.
“Harapan kami masyarakat Lombok Utara bisa banyak terserap di sana. Tetapi tetap ada kompetisi karena Job Fair ini tidak hanya untuk warga KLU, melainkan dibuka secara umum untuk seluruh Indonesia,” katanya.
Murtaip menuturkan, pelaksanaan Job Fair tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih diprioritaskan bagi masyarakat Lombok Utara. Tahun ini, kata dia, kegiatan dibuka secara nasional lantaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota lain di NTB tidak menggelar kegiatan serupa.
“Di NTB tahun ini hanya Lombok Utara yang melaksanakan Job Fair, sehingga kita buka untuk umum,” ungkapnya.
Dia menambahkan, jumlah perusahaan maupun lowongan kerja tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 lalu, jumlah perusahaan peserta juga mencapai 32 perusahaan, namun lowongan yang tersedia hanya sekitar 300 posisi. Sementara tahun ini meningkat menjadi 657 lowongan kerja.
Terkait tingkat penyerapan tenaga kerja pada pelaksanaan sebelumnya, Murtaip menyebut sekitar 30 persen peserta berhasil diterima bekerja. Karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan Job Fair tahun ini agar benar-benar mampu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
“Kami tidak ingin hanya sebatas formalitas mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Rencananya kami akan dampingi sampai mereka benar-benar terserap,” tegasnya.
Dalam technical meeting bersama perusahaan peserta yang dijadwalkan berlangsung pekan ini, pihaknya juga akan menekankan agar perusahaan memprioritaskan peserta yang telah memenuhi syarat administrasi untuk benar-benar direkrut.
Murtaip juga mengungkapkan, terdapat satu perusahaan perhotelan baru di kawasan Gili Trawangan yang langsung membuka kebutuhan tenaga kerja cukup besar, yakni sebanyak 128 orang dari berbagai bidang pekerjaan.
Selain itu, pihaknya sebelumnya berharap perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara dapat ikut bergabung dalam Job Fair tersebut. Namun perusahaan itu urung berpartisipasi karena jadwal rekrutmen mereka di Mataram bertepatan dengan pelaksanaan Job Fair KLU.
“Kalau PT Amman bisa ikut sebenarnya akan luar biasa, karena kebutuhan tenaga kerjanya juga besar, terutama untuk bidang pertambangan,” katanya.
Melalui pelaksanaan Job Fair ini, pemerintah daerah berharap angka pengangguran di Lombok Utara dapat terus ditekan. Upaya tersebut, lanjut Murtaip, juga didukung dengan pelatihan berbasis kompetensi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia kerja. (gii/*)




