KLU dan BPS NTB canangkan Desa Cantik, dorong satu desa satu data

Kepala BPS NTB, Wahyudin saat memberikan sambutan terkait Desa Cantik di KLU. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai langkah memperkuat tata kelola data berkualitas dari tingkat desa. Program ini diharapkan menjadi fondasi perencanaan pembangunan yang lebih akurat, terpadu, dan tepat sasaran.

Kepala BPS NTB, Wahyudin menegaskan program Desa Cantik merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang menempatkan BPS sebagai pembina data statistik sektoral hingga level desa.

Menurutnya, desa menjadi titik awal penting dalam menghasilkan data berkualitas, sebab kualitas data daerah dan nasional sangat ditentukan dari akurasi data di tingkat paling bawah.

“Ketika desa memiliki data yang baik, otomatis data kabupaten hingga nasional juga semakin berkualitas. Karena itu pembinaan statistik sektoral kini dimulai dari desa melalui program Desa Cantik,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Program yang mulai berjalan sejak 2021 itu berfokus pada peningkatan literasi statistik, penguatan tata kelola data desa, hingga pendampingan menghasilkan berbagai output seperti profil desa, data potensi desa, serta pengelolaan administrasi berbasis data.

Wahyudin menekankan, Desa Cantik bukan menghadirkan program baru di desa, melainkan memperkuat program dan aplikasi yang sudah ada agar lebih optimal serta terintegrasi. Salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan satu data desa, sehingga tidak ada lagi perbedaan data antar kementerian maupun lembaga untuk objek yang sama.

“Kalau jumlah penduduk satu desa ditanya oleh kementerian berbeda, datanya harus sama. Itu yang ingin kita sinkronkan melalui pembinaan ini,” katanya.

Dia menambahkan, data desa yang akurat juga sangat penting mendukung program pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, hingga pengembangan ekonomi desa, sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menekankan pembangunan dari desa.

Menurut Wahyudin, data potensi ekonomi desa, termasuk sektor UMKM dan industri rumah tangga, perlu didukung data rinci berbasis by name by address (BNBA), sehingga intervensi pemerintah melalui stimulus atau bantuan benar-benar tepat sasaran.

Hingga 2025, BPS NTB telah membina 28 desa melalui program Desa Cantik. Jumlah tersebut dinilai masih terbatas, sehingga BPS mendorong seluruh desa di Lombok Utara ikut dicanangkan dalam program serupa.

“Kalau 43 desa di Lombok Utara bisa masuk Desa Cantik, paling tidak akan ada output data yang seragam dan bisa menjadi kekuatan pembangunan daerah,” ucapnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyambut baik pencanangan Desa Cantik sebagai upaya mewujudkan pengelolaan data yang strategis, rapi, dan terakomodasi dengan baik melalui konsep “satu desa satu data”.

“Ini bertujuan bagaimana kita mendapatkan data yang strategis, tercatat rapi, dan terakomodasi dengan baik. Harapan kita dari sini lahir satu desa satu data di Lombok Utara,” kata Najmul.

Pada tahun ini, tiga desa mendapat perhatian dalam program tersebut (Desa Pemenang Barat, Desa Kayangan dan Desa Jenggala). Pemda KLU berharap desa-desa lain dapat menyusul pada tahun mendatang sehingga seluruh desa mampu mengelola data statistik secara mandiri dan berkualitas.

Najmul menegaskan, mutu data desa akan berpengaruh langsung terhadap kualitas data di tingkat kabupaten. Karena itu, desa-desa yang telah masuk program Desa Cantik diharapkan terus mengawal, merawat, dan memperbarui data secara berkelanjutan.

Dia juga menyebut program ini mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi dan direncanakan menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari penguatan ekosistem data desa di Lombok Utara.

“Dengan pencanangan Desa Cantik ini kita harap Lombok Utara mampu memperkuat pembangunan berbasis data, sekaligus memastikan setiap program pemerintah, khususnya di tingkat desa, berjalan lebih terukur, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” tutup Najmul. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI