50 liter Eco-Enzyme ditebar, Bhayangkari NTB rawat surga bawah laut Gili Trawangan

Bhayangkari NTB saat menebar 50 liter cairan Eco-Enzyme di perairan Gili Trawangan. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Kelestarian ekosistem bawah laut Gili Trawangan menjadi perhatian serius Bhayangkari Nusa Tenggara Barat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-46 tahun 2026, Bhayangkari NTB menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar 50 liter cairan Eco-Enzyme ke perairan Gili Trawangan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo, didampingi Pengurus Daerah Bhayangkari dan Pengurus Daerah YKB NTB, serta Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta yang selama ini aktif mengawal program lingkungan di wilayah tersebut.

Aksi penebaran Eco-Enzyme bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi organisasi, tetapi menjadi simbol komitmen mengembalikan keseimbangan alam, khususnya di kawasan wisata bahari yang menjadi ikon Lombok Utara.

Ny. Heny Agus Purwanta menjelaskan, cairan Eco-Enzyme yang digunakan merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah melon, semangka, jeruk, serta air kelapa yang diproses selama 90 hari.

Menurutnya, Eco-Enzyme memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas perairan, mulai dari menjernihkan air laut yang tercemar, mengurangi polutan secara alami, hingga membantu mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi karbonat (CO3) yang mendukung kesehatan biota laut dan terumbu karang.

“Perubahan menjadi karbonat ini sangat mendukung keberlangsungan biota laut dan kesehatan terumbu karang,” jelasnya.

Selain itu, cairan tersebut juga dinilai efektif menetralkan amonia, mengurai bahan organik berlebih, serta menekan pertumbuhan bakteri patogen yang berpotensi merusak ekosistem laut.

Dalam pembuatannya, Bhayangkari menerapkan standar fermentasi dengan komposisi 10:3:1, yakni 10 bagian air, 3 bagian sampah organik, dan 1 bagian gula atau molase.

“Pada bulan pertama fermentasi, gas harus rutin dibuang setiap minggu agar proses berjalan sempurna,” kata Ny. Heny.

Tidak hanya fokus pada aksi konservasi, Bhayangkari juga mendorong edukasi kepada masyarakat, pelajar, hingga pelaku wisata di Gili Trawangan agar mampu memproduksi Eco-Enzyme secara mandiri, termasuk di hotel dan restoran, sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Melalui gerakan ini, Bhayangkari ingin menanamkan filosofi bahwa menjaga laut berarti menjaga sumber kehidupan.

“Ekosistem laut terjaga, biota laut sehat, ikan melimpah, dan pada akhirnya rakyat pun sejahtera,” tutupnya. (*/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI