kicknews.today – Person in Charge (PIC), Dapur SPPG Lombok Timur Keruak Pijot, Mitra YPIT Dhiaul Fikri, Ade Putra Kurniawan membantah soal isu distribusi menu berulat pada salah satu satuan pendidikan yang bersumber dari SPPG tersebut.
Peristiwa ulat di ompreng didapat dari video di group Asisten Lapangan (Aslap) dengan PIC Satuan Pendidikan, seketika Aslap langsung cek ke lapangan memastikan kebenaran video tersebut. Setelah menemui pihak sekolah ternyata isi ompreng sudah dibuang. Sehingga sulit dibuktikan kebenaran apakah memang terdapat ulat atau bagaimana .

“Sudah menjadi perjanjian antara SPPG dengan PIC satuan pendidikan. Apabila ditemukan hal-hal yang kurang dalam ompreng, maka hal yang pertama dilakukan oleh PIC sekolah adalah melaporkan di WA group, Aslap wajib mengganti sejumlah ompreng yang dilaporkan bermasalah,” kata Ade pada Kamis (9/4/2026).
Ia mengatakan benar Aslap menerima kiriman video soal adanya ulat di menu MBG di sebuah omprengan dari salah satu PIC sekolah penerima manfaat (PM) pada hari Senin, 06/04/2026 kemarin. Di waktu yang bersamaan Aslap dan kepala SPPG langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi omprengan tersebut, namun pihak sekolah waktu itu menerangkan kalau menunya itu sudah dibuang.
Ade juga menjelaskan jika pihaknya di hari itu ingin mengganti omprengan tersebut sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG kepada pihak sekolah.
“Tapi pihak sekolah tidak mau dan mengatakan tidak apa-apa,” tambahnya.
Lebih lanjut Ade juga beranggapan jika kejadian tersebut diluar kendali SPPG, karena pihaknya sudah sangat teliti menyajikan dan menyortir setiap bahan untuk disajikan. Pihaknya mengklaim kejadian ini sebagai sesuatu yang memang cukup tidak masuk akal, lebih lebih ini hanya di 1 ompreng dari 3.287 total ompreng.
“Secara logika, ulat dalam video itu masih hidup dan bergerak padahal sayur itu sudah di masak dan diolah pada suhu yang sangat panas diatas 70°C, sementara ulat umumnya pada suhu 40°C-50°C saja sudah mati, ya agak mustahil jika ulat itu masih hidup, apalagi jelas-jelas menu hari itu baru mateng dan masih sangat fresh, ditambah ini hanya di satu ompreng sementara jumlah PM kita 3.287, ” jelasnya.
Kendati demikian, Ade menyampaikan jika memang kejadian itu benar terjadi, pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai upaya pembenahan dan peningkatan kualitas mutu pelayanan SPPG untuk generasi emas 2045.
“Harapannya semoga saja ini bisa menjadi langkah perbaikan kedepannya dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Ade. (cit)


