kicknews.today – Berbicara mengenai musik folk, Lombok Timur menelurkan solois yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pewira begitu biasa disapa. Lantunan suaranya yang khas dalam menyanyikan tembang-tembang yang dia ciptakan, selalu menggelitik tiap pendengar setianya.
Pria kelahiran Oktober tahun 1997 asal Kecamatan Aikmel Lombok Timur ini mulai mendalami penulisan lagu sejak duduk di Bangku SMA. Semenjak lulus SMA, Pewira melanjutkan kuliah di Undiksha Bali mengambil jurusan Pendidikan Seni Rupa. Selain beraktifitas di musik, dia juga menjadi penggiat di komunitas ARTMEL.

Lagu Sampah tercipta pada medio 2017. Ide tercipta ketika dia beraktivitas bersama komunitasnya saat itu membuat pondok rupa di tepi pantai Buleleng Bali. Mereka membuat pondok rupa dari kepingan-kepingan sampah yang ada di sekitar pantai, untuk belajar dan beraktivitas bersama anak-anak pesisir pantai Buleleng. Akhirnya Lagu Sampah dapat terekam dengan epic di tahun 2023.
Dengan lirik yang lugas dia meneriakkan tentang ketidakseimbangan alam. Banyaknya sampah yang berserakan menjadi inspirasi dalam lagu yang dia ciptakan. Diiringi petikan gitar dan suara seruling Sasak memberikan nuansa yang khas. Tidak bisa dipungkiri sentuhan etnik dalam lagu ini, memberikan nuansa yang berbeda.
Pewira single Lagu Sampah akan resmi beredar di semua kanal digital stores pada 12 Agustus 2023. Lagu ini dirilis bekerjasama dengan AutoPilot Records Jakarta. Setelah peluncuran Single Lagu Sampah, Pewira akan melanjutkan merekam karya-karyanya hingga terkumpul dalam sebuah album Solo.
Tidak hanya lagu yang akan Pewira rilis, satu minggu setelah merilis Lagu Sampah Pewira juga akan meluncurkan Video Klip Lagu Sampah di Platform YouTubenya. (jr)





