kicknews.today- Kasus hilang kontak kembali terjadi pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal NTB. Kali ini, TKW bernama Meilisah Binti Mansur asal Desa Monta Baru Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.
Wanita 31 tahun ini dilaporkan hilang kontak sejak tahun 2012 lalu. Pihak keluarga hingga kini terus mengharapkan kepulangan Meilisah.

Meilisah awalnya dikirim oleh PT BJEP melalui jalur prosedural ke Arab Saudi pada tahun 2008 lalu. Di Negara Timur Tengah tersebut, Meilisah diterima bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Tiga bulan dia bekerja di tempat majikan pertama,” jelas Hanafi perwakilan keluarga Meilisah.
Setelah berhenti bekerja, Meilisah dibawa ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyad. Kemudian pihak KBRI Riyad mencarikan majikan kedua. Pada majikan barunya tersebut dia bekerja selama lebih kurang 4 tahun.
Pada rentang waktu tersebut, Meilisah cukup sering komunikasi via Handphone dengan keluarganya di kampung halaman. Bahkan, dia sempat mengirimkan uang ke orang tuanya sebanyak Rp 26 juta.
“Setelah memasuki tahun kelima, majikannya itu kemudian menyuruh Meilisah bekerja di tempat lain,” jelasnya.
Begitu pindah tempat kerja baru, dia sempat mengabarkan ke orang tuanya. Namun, belakangan Meilisah tiba-tiba hilang kontak dengan keluarga hingga tahun 2022 ini.
“Sekitar tahun 2012 dia mulai hilang kontak dengan kami. Kalau dihitung sudah 9 tahun,” sebut Hanafi.
Pihak keluarga sudah melayangkan pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima. Bahkan, pengaduan tersebut telah diteruskan oleh mereka ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Arab Saudi.
“Sekarang mereka terus mencari keberadaan Meilisah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Meilisah memilih jadi TKW karena ingin memperbaiki kondisi ekonomi orang tuanya. Sayangnya, dia kini justeru kehilangan kontak dari keluarga.
Meski sudah 9 tahun tanpa kabar, orang tua dan keluarga kata Hanafi, masih terus menunggu. Mereka percaya jika Meilisah masih hidup. Dengan harapan dia bisa pulang ke desanya dalam keadaan selamat.
Kabid Binapenta Disnakertrans Kabupaten Bima Ruvaidah membenarkan telah menerima laporan keluarga Meilisah. Kini, pihaknya bersama BP2MI dan stekholder terkait di pusat terus melacak keberadaan Meilisah.
“Kami juga berharap Meilisah cepat ditemukan,” harapnya. (jr)





