9 Naga tunjukkan keajaiban di laut Sangiang, start terakhir berakhir juara 1

kicknews.today – Festival Sangiang Api di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, berlangsung meriah, Selasa (8/9/2026). Salah satu yang paling menyita perhatian masyarakat adalah lomba sampan layar yang menghadirkan final race penuh kejutan.

Dalam laga final yang diikuti tujuh sampan layar tersebut, Sampan 9 Naga tampil sebagai jawara. Perahu milik Saifullah itu berhasil menjadi juara umum setelah menuntaskan perlombaan dengan catatan yang mengejutkan.

Perlombaan dimulai dari kawasan Pulau Sangiang dan berakhir di Pantai Sangiang. Menariknya, 9 Naga harus memulai perlombaan dari Ban 7 atau posisi paling terakhir.

Posisi tersebut selama ini dianggap sebagai posisi kurang beruntung. Bahkan, berdasarkan sejarah perlombaan yang diceritakan panitia dan peserta, belum pernah ada sampan yang berhasil menjadi juara ketika mendapatkan undian Ban 7. Namun, 9 Naga justru mematahkan sejarah tersebut.

Pemilik 9 Naga, Saifullah, mengaku tidak menyangka perahu miliknya mampu keluar sebagai juara umum. Terlebih, penampilan 9 Naga selama babak penyisihan tidak menunjukkan bahwa mereka menjadi kandidat kuat juara.

“Empat kali race babak penyisihan, kami hanya satu kali juara I. Tiga race lainnya malah juara terakhir,” ungkap Saifullah.

Kondisi tersebut membuat 9 Naga nyaris tidak diperhitungkan menjelang final. Sampan-sampan yang selama penyisihan tampil lebih konsisten justru diprediksi bakal mendominasi laga puncak. Namun, keadaan berubah total saat final dimulai.

Berangkat dari posisi paling belakang, 9 Naga mampu menunjukkan kecepatan luar biasa hingga akhirnya menyalip para pesaing dan finis sebagai juara I umum.

Penampilan tersebut membuat penonton yang menyaksikan langsung final race dibuat terdiam dan tidak percaya.

“Makanya begitu tadi juara umum, penonton banyak yang terdiam. Tidak percaya dengan kecepatan 9 Naga yang luar biasa. Kok bisa juara I umum, sementara selama penyisihan tidak pernah diunggulkan,” kata Saifullah.

Menurutnya, karakter 9 Naga memang terbilang unik. Pada Festival Sangiang Api tahun sebelumnya, 9 Naga juga pernah menunjukkan performa yang sulit ditebak.

Saat pembukaan dan Bupati Bima hadir, 9 Naga menjadi juara I pada Babak III Penyisihan. Perahu tersebut kemudian kembali menjadi juara di Kelas A hingga melaju ke babak final.

Namun, pada final justru finis di posisi keempat, meski saat itu menjadi salah satu unggulan teratas.

“Tahun ini malah lebih parah. Tiga kali kami finis terakhir di babak penyisihan. Tapi saat final justru juara I umum,” ujarnya.

Prestasi 9 Naga tahun ini pun terasa semakin lengkap. Pada saat Opening Ceremony dan pertandingan eksebisi, 9 Naga berhasil menjadi juara I. Kemudian pada Closing Ceremony, perahu tersebut kembali menjadi juara I umum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, M Akbar Musa SP MSi mengatakan kondisi angin saat final sangat mendukung jalannya perlombaan.

“Pada laga final ada tujuh sampan layar. Anginnya sangat bagus. Bakal seru. Ini membuat pertandingan lebih menarik dibanding tanpa angin,” katanya.

Sebelum perlombaan dimulai, masyarakat setempat juga melakukan ritual untuk memanggil angin. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang ikut mewarnai Festival Sangiang Api.

Akbar mengatakan Pemerintah Kabupaten Bima memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut. Ke depan, pihaknya berharap lomba sampan layar di Sangiang dapat dikembangkan menjadi turnamen yang lebih besar.

Menurutnya, Kecamatan Wera dan Desa Sangiang memiliki potensi untuk mengundang peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bima, seperti Kecamatan Sape, Lambu, hingga Sanggar.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa menerima perahu layar yang dilepas dari Sangiang menuju daratan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Sangiang Api juga diharapkan dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah daerah akan mengusulkan kegiatan tersebut agar ke depan masuk dalam kalender event pariwisata nasional.

Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ini, Festival Sangiang Api tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi, budaya bahari, dan potensi wisata Desa Sangiang serta Kecamatan Wera kepada masyarakat yang lebih luas. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI