kicknews.today – Covid varian omicron akhirnya tiba di Kabupaten Bima. Dari data tim gugus tugas covid-19, tercatat 12 warga terpapar.
Rinciannya, 4 orang warga Kecamatan Bolo, 3 warga Kecamatan Madapangga, 3 warga Kecamatan Sanggar, 1 warga Kecamatan Woha dan 1 orang dari Kecamatan Soromandi.

Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima Suryadin S.S menjelaskan, warga yang terpapar covid saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Untuk warga Woha dan Soromandi, mereka sedang menjalani perawatan di RSUP NTB dan RSUD Mataram.
‘’Kasus terbaru di Kecamatan Bolo. Dari dua orang warga Desa Rato yang rapid test (RDT), satu orang positif covid-19,’’ jelasnya, Sabtu (5/2).
Dengan temuan itu, tim melakukan tracking terhadap 20 kontak erat warga tersebut. Begitu juga dengan 4 orang warga Desa Timu Kecamatan Bolo, satu diantaranya inisial N dinyatakan positif. Tim kemudian tracking pada 30 orang kontak erat warga tersebut pada Jumat (4/2).
Hasilnya dari tracking tim surveilans Puskesmas Bolo dan tim gugus tugas, jumlah kasus covid- 19 periode 1 Januari hingga 4 Februari sebanyak 4 kasus. Yakni, 2 kasus di Desa Rato dan 2 kasus di Desa Timu.
Menyikapi penyebaran Covid-19 itu Bupati Bima katanya, telah instruksikan tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani korban menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Instruksi tersebut telah ditindaklanjuti Direktur RSUD Kabupaten Bima drg. H. Ihsan, MPH akan lakukan tracking pada seluruh tenaga kesehatan. Untuk memastikan tidak ada penyebaran varian baru ini di fasilitas kesehatan pemerintah daerah.
Instruksi Bupati Bima katanya, sebagai tindak lanjut dari arahan Kementerian Kesehatan RI. Menyebutkan ada peningkatan dan lonjakan kasus Covid-19 varian omicron secara eksponensial di luar Jawa-Bali sejak 24 Januari 2022.
Sehingga diminta pimpinan di daerah untuk mengambil langkah cepat, merespon kenaikan kasus tersebut dengan memperkuat koordinasi, monitoring dan pengendalian Covid-19. Termasuk koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat.
Pemerintah daerah juga kata Suryadin, dihimbau meningkatkan testing dan tracking varian baru omicron, Meningkatkan vaksinasi primer, vaksinasi lansia, vaksinasi anak dan mendorong percepatan vaksinasi lanjutan/booster.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan kesiapan rumah sakit rujukan dan fasilitas kesehatan di daerah. Ketersediaan tenaga kesehatan serta persediaan obat-obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan. Mendorong kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan penegakan sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan. (jr)





