kicknews.today – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.
Penegasan ini disampaikan menyusul pemberitaan terkait rencana eksekusi lahan terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lombok Utara pada Rabu (15/04/2026). Melalui Regional Jatimbalinus, Pertamina menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang tengah berlangsung serta akan mematuhi setiap ketentuan dan keputusan dari pihak berwenang, termasuk dari Pengadilan Negeri Mataram.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa saat ini terdapat proses eksekusi lahan terhadap tiga SPBU di Kabupaten Lombok Utara berdasarkan surat resmi dari pengadilan. Dia menegaskan, proses tersebut merupakan bagian dari penyelesaian sengketa antar pihak yang terkait.
“Dari sisi layanan distribusi energi, kami memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujar Ahad, Kamis (16/04/2026).
Untuk mengantisipasi dampak terhadap layanan, Pertamina telah menyiapkan skema pengalihan distribusi ke SPBU terdekat. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat, termasuk BBM penugasan seperti Solar dan Pertalite, tetap terpenuhi.
Sejumlah SPBU alternatif telah disiapkan, di antaranya SPBU Gunung Sari di Kabupaten Lombok Barat untuk penyaluran Solar, serta SPBU Gangga dan beberapa SPBU lain di Lombok Utara untuk penyaluran Pertalite dan produk sejenis. Dengan dukungan lembaga penyalur di wilayah sekitar, Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan terjaga.
Ahad juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. “Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying, karena pasokan dan distribusi BBM tetap berjalan dengan baik. Stok dalam kondisi aman,” tegasnya.
Selain itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi energi tetap lancar. Pemantauan operasional di lapangan juga dilakukan secara intensif, termasuk memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU pengalihan.
Sebagai bentuk partisipasi publik, Pertamina mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelancaran distribusi energi dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Pertamina Call Center 135. (*/*)


