Perjuangkan kedaulatan nelayan, KNTI Lombok Timur ikuti akademi kepemimpinan bahari

Ketua DPD KNTI Lombok Timur, Muhammad Taufiqurrahman saat kegiatan akademi kepemimpinan bahari. Foto. Ist

kicknews.today – Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Lombok Timur berpartisipasi dalam kegiatan akademi kepemimpinan bahari yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia pada 10–14 Mei 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur.

 

Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun kekuatan kepemimpinan organisasi nelayan di seluruh Indonesia, wabilkhusus di Lombok Timur. Akademi ini dirancang untuk membekali para pengurus dengan kemampuan advokasi, pengorganisasian, serta strategi menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di sektor kelautan dan perikanan.

 

Partisipasi perwakilan dari Lombok Timur menjadi penting, mengingat kondisi nelayan di daerah tersebut masih dihadapkan pada berbagai persoalan struktural. Di antaranya keterbatasan akses BBM bersubsidi, lemahnya perlindungan wilayah tangkap, serta meningkatnya ancaman penguasaan ruang laut oleh perusahaan besar.

 

Ketua DPD KNTI Lombok Timur, Muhammad Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa akademi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat arah perjuangan organisasi.

 

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Akademi ini adalah tempat kami memperkuat strategi, memperdalam pemahaman advokasi kebijakan, serta membangun jaringan perjuangan antar daerah untuk melindungi nelayan kecil,” ungkapnya.

 

Selama dua hari awal pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan terkait ideologi dan nilai perjuangan organisasi, teknik advokasi kebijakan pesisir yang adil, serta strategi penguatan sumber daya manusia yang berkelanjutan di tingkat daerah.

 

Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan 17 tahun perjalanan KNTI, yang semakin menegaskan perannya sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional di tengah arus besar kepentingan ekonomi dan industri.

 

DPD KNTI Lombok Timur menegaskan bahwa hasil dari akademi ini akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah konkret di daerah. Fokus utama adalah memperkuat posisi tawar nelayan tradisional, memastikan perlindungan wilayah tangkap, serta mengawal kebijakan agar lebih berpihak pada masyarakat pesisir.

 

Melalui partisipasi ini, KNTI Lombok Timur kembali meneguhkan komitmennya sebagai garda depan perjuangan nelayan kecil, sekaligus menjadi penghubung antara suara masyarakat pesisir dengan para pengambil kebijakan, demi terwujudnya kedaulatan bahari yang adil dan berkelanjutan. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI