kicknews.today – Pemerintah Provinsi NTB terus mematangkan persiapan Fertival Bau Nyale 2022 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Tradisi menangkap cacing laut ini digelar pada 20-21 Februari di pantai Tanjung Kabupaten Lombok Tengah, meski di tengah tingginya kasus covid varian omicron di Lombok.
“Untuk acara puncak nanti tentu ada pengaturan prokes yang baik,” jelas Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Rabu (9/2).

Festival ini digelar beberapa hari setelah Pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika. Atau sebelum event MotoGP dihelat. Hanya saja, para rider tidak bisa menyaksikan langsung festival Bau Nyale, karena harus mengikuti sesi perdana MotoGp di Qatar.
“Setelah Pramusim mereka langsung balik ke Qatar. Mereka akan kembali ke Lombok menjelang event MotoGP 20 Maret 2022,” ujar Yusron.
Festival yang sudah menjadi agenda tahunan ini akan dimulai Minggu malam (20/2). Kemudian berakhir Senin (22/2) sebelum matahari terbit. Karena di tengah pendemi, kegiatan ini akan digelar dengan prokes ketat.
“Ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilakukan secara hybrid dan offline nantinya,” jelas Yusron.
Tahun lalu, festival Bau Nyale diisi dengan sejumlah kegiatan seperti fashion show, industri kreatif, diskusi pariwisata dan lain-lain. Namun, untuk tahun ini kata dia, masih dibahas bersama Kemenparekraf RI. Yang jelas, festival Bau Nyale kali ini akan berbeda dengan sebelum pandemi.
“Hari ini difinalkan bersama Kemenparekraf,” sebutnya.
Bau Nyale adalah tradisi tahunan menangkap cacing laut. Ribuan masyarakat akan berbondong-bondong menangkap cacing jenis wawo yang diyakini sebagai jelmaan Putri mandalika. Sang putri sengaja mencerburkan dirinya ke laut karena diperebutkan banyak pangeran.
Festival Bau Nyale dalam kondisi normal bisa dihadiri oleh ribuan warga sejak malam hari hingga menjelang matahari terbit. Namun, karena pandemi jumlahnya dibatasi. (jr)





