Pacuan kuda meriahkan MXGP Samota, apakah masih pakai joki cilik ?

kicknews.today- Menyambut MXGP Samota, event pacuan kuda akan digelar Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Event yang merupakan tradisi turun temurun itu dihelat mulai tanggal 15-22 Juni.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Ari Garmono menjelaskan, pelaksanaan pacuan kuda bekerjasama dengan panitia lokal Kerato Angin Laut Sumbawa.  Panjang track pacuan kuda mencapai 1,8 kilometer.

“Arena pacuan kuda berdekatan dengan Sirkuit MXGP,” jelas Ari.

Ari enggan berkomentar soal pelibatan joki cilik pada event tersebut. Menurutnya, maen jaran atau pacuan kuda merupakan tradisi turun temurun yang digemari masyarakat Pulau Sumbawa.

Side event pacuan kuda ini jelas Ari, bagian dari upaya pemerintah memperkenal event tradisional masyarakat Sumbawa di kancah Nasional dan Internasional melalui MXGP. Event ini juga dapat memberikan opsi aktivitas lain kepada para penonton MXGP Samota untuk memperpanjang waktu kunjungannya di Sumbawa.

“Selain menjadi atraksi hiburan, event ini juga menjadi ajang meningkatkan harga jual kuda. Karena kuda yang menjadi pemenang harga jualnya tinggi dan bisa mencapai ratusan juta rupiah,” tutupnya.

Sebelum Aktivis Anak, Yan Mangandar sempat mengkritisi Gubernur NTB melibatkan joki cilik dalam iklan MXGP. Yan Mengandar menilai upaya Pemprov NTB tidak serius mendukung tidak melibatkan joki cilik event pacuan kuda.

“Komnas HAM dan Kemen PPA sudah jelas menyebutkan bahwa pelibatan joki cilik itu adalah tindakan eksploitasi anak,” tegasnya. (nur)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI