Merah Putih berkibar di tengah laut, Sekolah Pesisir Juang kenang nelayan yang hilang

kicknews.today – Suara ombak Pantai Bintaro, Ampenan, berpadu dengan deru mesin perahu nelayan pada Senin (17/8/2026) pagi. Di tengah hamparan Selat Lombok, Komunitas Sekolah Pesisir Juang kembali menggelar tradisi tahunan Larung Laut yang sarat makna.

Tidak sekadar melarung bunga dan menggelar upacara di atas perahu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengajak masyarakat melepas ego dan keangkuhan di hadapan alam.

“Laut adalah cermin besar. Di hadapan luasnya samudra, manusia sebenarnya bukan apa-apa,” ujar salah satu inisiator Sekolah Pesisir Juang, Jauhari Tantowi di sela-sela prosesi tabur bunga.

Bagi komunitas tersebut, larung laut bukan hanya ritual seremonial dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Prosesi menghanyutkan bunga ke tengah laut dimaknai sebagai simbol untuk melepaskan berbagai sifat buruk manusia, seperti keserakahan, ego kelompok, dan keangkuhan yang selama ini kerap merusak hubungan antarmanusia maupun ekosistem pesisir.

Dengan melarung simbol-simbol tersebut, mereka berharap ruang di dalam hati manusia dapat kembali diisi dengan nilai-nilai kepedulian, gotong royong, serta kerendahan hati.

Tradisi tahunan yang digelar di Pantai Bintaro, Kota Mataram, itu juga diisi dengan aksi teatrikal dan upacara pengibaran bendera Merah Putih di tengah laut. Di atas perahu-perahu nelayan yang terombang-ambing ombak, prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau gugur saat mengarungi lautan. Mereka dinilai sebagai sosok-sosok tangguh yang berjuang demi menghidupi keluarga sekaligus menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Lebih dari sekadar mengenang jasa para nelayan, Larung Laut juga menjadi simbol refleksi kritis terhadap kondisi bangsa. Sekolah Pesisir Juang mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri.

Pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana, yakni kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga keberanian untuk mengendalikan ego, memperbaiki diri, serta membangun semangat kebersamaan demi masa depan Indonesia yang lebih matang, solid, dan membumi. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI