kicknews.today – Kerusakan jalan provinsi di wilayah Pela Parado, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima akibat banjir gunung menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB. Kondisi tersebut mendorong jajaran BPBD NTB turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan evaluasi pada Selasa (13/4/2026).
Kunjungan lapangan tersebut dipimpin oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD NTB, Sadimin bersama Kabid Kedaruratan dan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Turut hadir pula Kalak BPBD Kabupaten Bima beserta jajaran Kabid Kedaruratan BPBD setempat.

Kabid Rehabilitasi, Rekonstruksi dan Kerjasama BPBD NTB, Awan Darmawan, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi penanganan darurat pada ruas jalan yang terdampak bencana agar akses masyarakat tidak terputus.
“Evaluasi ini dilakukan agar penanganan lebih efektif dan terarah, sehingga akses jalan tetap bisa digunakan masyarakat,” jelas Awan, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa badan jalan lama sudah tidak dapat digunakan secara optimal karena mengalami penurunan tanah dan potensi longsor ketika terkena air. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan badan jalan baru yang lebih stabil dan kuat.
Menurutnya, sebelum dilakukan penguatan struktur jalan, harus ada proses rekonstruksi tanah terlebih dahulu melalui pemadatan atau perkerasan bertahap untuk memutus potensi bidang longsoran. Setelah itu, baru dilakukan penguatan tebing agar tanah tidak kembali bergeser.
Dalam penanganan lebih lanjut, BPBD NTB juga menekankan perlunya koordinasi dengan Dinas PUPR PKP NTB serta pihak terkait lainnya, termasuk KPH Bima, mengingat sebagian lahan berada dalam kawasan mereka.
“Perlu segera dilakukan konsolidasi lahan agar pembangunan jalan baru bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kondisi saat ini, jalan masih dapat dilalui kendaraan, namun dengan kehati-hatian tinggi. Kendaraan besar seperti truk disarankan tidak melintas terlebih dahulu karena kondisi tanah masih labil.
“Truk kecil masih bisa melintas, tapi tidak disarankan untuk kendaraan besar karena getaran bisa memperparah kondisi tanah,” pungkasnya. (jr)


