kicknews.today – Upaya pelestarian ekosistem laut terus digencarkan Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan melibatkan peran aktif perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Hal itu diwujudkan melalui aksi penanaman terumbu karang di perairan Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (15/04/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Anema Villa & Resort Lombok ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 serta dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-46. Mengusung tema “Untuk Ekosistem Terjaga, Ikan Melimpah, Rakyat Sejahtera,” kegiatan tersebut menegaskan komitmen perempuan dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo menyampaikan bahwa pelestarian terumbu karang merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan laut yang berdampak langsung pada sektor perikanan.
“Terumbu karang adalah rumah bagi berbagai biota laut. Ketika ekosistem ini terjaga, maka ketersediaan ikan meningkat dan kesejahteraan nelayan ikut terdongkrak,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk di wilayah pesisir. Dia menegaskan, kegiatan serupa akan terus diperluas ke berbagai titik di NTB sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan Bhayangkari.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Kelautan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, menilai keberadaan terumbu karang sangat krusial dalam menjaga produktivitas perikanan daerah.
“Ekosistem laut yang sehat akan berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin gerakan ini menjadi gerakan bersama, tidak hanya Bhayangkari, tetapi juga masyarakat luas. Harapannya, seluruh wilayah pesisir dapat merasakan manfaat dari laut yang sehat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta kegiatan turut ambil bagian dalam proses transplantasi terumbu karang yang dilanjutkan dengan aktivitas penyelaman (diving) bersama instruktur profesional. Keterlibatan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah seperti Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kelautan, hingga organisasi perempuan seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan PKK bersama komunitas PERI IMUT.
Melalui kegiatan ini, Bhayangkari menegaskan bahwa pelestarian laut merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta masa depan generasi mendatang. (*/*)


