kicknews.today – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari Fraksi PDI Perjuangan, Lalu Muhamad Zaki kembali menyoroti kondisi jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Bayan yang hingga kini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, sejumlah ruas jalan di Desa Akar-Akar masih rusak dan belum pernah tersentuh pembangunan sejak Kabupaten Lombok Utara dimekarkan 18 tahun lalu.
Zaki menyebut sedikitnya terdapat tiga ruas jalan strategis di Desa Akar-Akar yang hingga kini masih memprihatinkan, yakni ruas Batu Keruk–Langkang Koko, Akar-Akar–Pawang Timpas–Otak Lendang, serta ruas menuju Kokot Lebak.

Dia menilai pembangunan jalan di wilayah tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh. Beberapa ruas di desa tetangga telah diaspal, sementara bagian yang berada di Desa Akar-Akar justru dibiarkan rusak.
“Yang di Langkang Koko sudah selesai karena masuk Desa Gunjan Asri, tetapi begitu masuk perbatasan Akar-Akar tidak dikerjakan. Begitu juga ruas Akar-Akar menuju Pawang Timpas, yang dikerjakan hanya sekitar dua kilometer, sedangkan sisanya hingga tembus jalan nasional belum pernah disentuh,” kata Zaki, Senin (27/07/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kesan tidak adanya pemerataan pembangunan di wilayah Bayan. Padahal, salah satu tujuan pemekaran Kabupaten Lombok Utara adalah mempercepat pembangunan dan pemerataan infrastruktur hingga ke desa-desa.
“Selama 18 tahun pemekaran, masyarakat Akar-Akar merasa belum menikmati hasil pembangunan jalan sebagaimana daerah lain,” ujarnya.
Zaki mengungkapkan usulan perbaikan jalan tersebut telah berulang kali disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pembahasan di tingkat kabupaten. Namun hingga kini belum juga terealisasi.
Dia mengaku pernah memperoleh penjelasan bahwa pembangunan jalan di Bayan terkendala banyaknya ruas jalan yang harus ditangani sehingga setiap tahun hanya mampu dikerjakan sekitar satu hingga dua kilometer.
“Kalau memang ruas jalan di Bayan lebih banyak dibanding kecamatan lain, seharusnya alokasi pembangunannya juga lebih besar agar penanganannya bisa lebih cepat selesai,” tegasnya.
Zaki menilai perbaikan ruas jalan tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena menjadi akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas pendidikan. Di sepanjang ruas Akar-Akar–Pawang Timpas, terdapat tiga PAUD, dua sekolah dasar, satu SMP, dan satu SMA yang setiap hari diakses oleh pelajar dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tetapi menyangkut akses pendidikan, aktivitas ekonomi, dan pelayanan masyarakat. Jalan ini sangat vital,” katanya.
Selain mempermudah mobilitas, Zaki meyakini pembangunan infrastruktur jalan akan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian warga dan membantu menekan angka kemiskinan.
“Kalau jalannya bagus, aktivitas ekonomi masyarakat akan lebih lancar. Itu tentu bisa ikut menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan seluruh ruas yang diusulkannya berstatus jalan kabupaten sehingga menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Karena itu, dia meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati Lombok Utara, memberikan perhatian yang lebih adil terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Akar-Akar.
“Kami hanya meminta rasa keadilan. Jalan-jalan di daerah lain sudah banyak yang dibangun, sementara masyarakat Akar-Akar masih menunggu sejak lama,” ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusannya memperjuangkan aspirasi masyarakat, Zaki bahkan mengaku memiliki nazar pribadi apabila seluruh ruas jalan di Desa Akar-Akar akhirnya dapat dibangun.
“Saya punya nazar, kalau jalan Akar-Akar ini benar-benar sudah selesai dikerjakan, saya tidak akan maju lagi menjadi calon legislatif. Itu bentuk kesungguhan saya memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (gii/*)




