Empat program di balik kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok

Putri Mahkota Swedia Victoria (foto instagram/Swedenjakarta)

kicknews.today – Putri Mahkota Victoria dari Swedia dijadwalkan mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5–6 September 2026. Kunjungan tersebut berkaitan dengan empat program kemitraan United Nations Development Programme (UNDP) bersama pemerintah dan masyarakat di NTB.

Empat program itu meliputi pemulihan pascagempa melalui Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), penguatan rantai pasok kesehatan melalui SMILE, perlindungan terumbu karang serta pengembangan ekonomi biru melalui Coral Reef Insurance, dan dukungan terhadap usaha lokal melalui ASSIST Joint SDG Fund.

Putri Mahkota Victoria datang dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat pelaksanaan dan hasil program pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal melalui Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Halik mengatakan, kunjungan itu menjadi kehormatan bagi NTB sekaligus kesempatan memperlihatkan praktik pembangunan berkelanjutan yang telah dijalankan bersama masyarakat.

“Bagi NTB, kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperkuat manusia, masyarakat dan lingkungan secara bersamaan,” kata Ahsanul saat menyampaikan pesan Gubernur NTB di Mataram, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Konsep tersebut juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, ketahanan masyarakat serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Program pertama adalah PETRA yang dilaksanakan untuk mendukung pemulihan setelah gempa bumi Lombok pada 2018. Program tersebut membantu pembangunan kembali infrastruktur dasar sekaligus pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Berikutnya adalah Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik atau SMILE. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan persediaan dan distribusi kebutuhan imunisasi serta logistik kesehatan.

Program ketiga adalah Coral Reef Insurance yang berkaitan dengan perlindungan terumbu karang dan peningkatan ketahanan masyarakat pesisir. Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi biru di kawasan Gili.

Adapun ASSIST Joint SDG Fund merupakan program yang diarahkan untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan serta penguatan usaha lokal dan usaha mikro, kecil dan menengah.

Keempat program tersebut menjadi bagian dari kemitraan jangka panjang UNDP dengan Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat Lombok. Pengalaman pelaksanaannya mencakup pemulihan pascabencana, pelayanan kesehatan, perlindungan ekosistem pesisir dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Selain keempat program tersebut, Putri Mahkota Victoria dijadwalkan melihat peran masyarakat adat dalam menjaga hutan, sumber air, pertanian, mata pencaharian dan identitas budaya.

Pemprov NTB berharap kunjungan tersebut dapat memperluas perhatian terhadap berbagai pengalaman dan solusi yang dikembangkan masyarakat di Lombok.

Putri Mahkota Victoria telah menjalankan peran sebagai Goodwill Ambassador UNDP sejak Oktober 2023. Dalam peran tersebut, ia membantu meningkatkan kesadaran dan mendorong keterlibatan publik dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 4–8 September 2026. Sementara rangkaian kegiatan di Lombok akan dilaksanakan pada 5–6 September 2026. (wii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI